INOVASI MEMBUAT POLIBAG DARI SAMPAH PLASTIK
Fitriana Rizki Utami
2019011005
Ujian Akhir Psikologi Lingkungan
Kelas Reguler
Semester Genap 2021/2022
Di Indonesia terdapat banyak pemakaian plastik yang menjadi salah satu material digunakan untuk kemasan satu kali pakai. Sebagian besar dalam kehidupan sehari-hari, sampah plastik biasanya digunakan untuk pengemasan. Hampir terdapat semua kemasan makanan menggunakan plastik yakni lebih efisien dan praktis. Namun pengelolaan sampah plastik di Indonesia belum dikelola dengan baik, bahkan menjadi timbulnya masalah karena sifat sampah plastik yang sulit terurai dan membutuhkan waktu cukup lama untuk bisa terurai secara alami. Dengan begitu sampah plastik menjadi salah satu penyumbang masalah utama dalam pencemaran lingkungan. Menurut Nasution (2015), plastik merupakan suatu bahan poliner sintetis yang dihasilkan dengan melalui proses polimerisasi. Selain itu, plastik telah menjadi penyumbang limbah terbesar yang bisa menyebabkan kerusakan terhadap lingkungan alam karena sifatnya yang sulit untuk terdegradasi.
Pengelolaan sampah merupakan hal terpenting dalam menyangkut masalah sampah pengetahuan untuk mendorong terhadap perubahan sikap dan pola pikir yang menuju untuk terwujudnya masyarakat yang ramah lingkungan dan berkelanjutan (Suryani, 2017). Konsep dasar dalam pengelolaan sampah yang merupakan upaya untuk mencegah suatu terjadinya penumpukan sampah dan untuk menekankan pada dampak negatif yang mungkin bisa terjadi , serta bagaimana cara pemanfaataannya (Sahil, 2016). Untuk mengurangi sampah plastik, terdapat inovasi membuat polibag dari kemasan makanan yang berbahan plastik. Dalam pemilihan polibag untuk digunakan media tanam sangatlah menjadi cara yang tepat karena memiliki beberapa kelebihan. Dalam menciptakan polibag dari bekas kemasan makanan dapat dimanfaatkan untuk wadah bertanam yang praktis dipekarangan rumah. Selain untuk mengurangi sampah plastik, ternyata juga dapat meminimalisir biaya pengeluaran rumah tangga. Kita dapat menanam yang sering dikonsumsi rumah tangga di media plastik bekas kemasan makanan tersebut dapat berupa tanaman sayuran. Dalam pemanfaatan polibag tersebut sangat cocok diterapkan bagi yang memiliki pekarangan yang tidak terlalu luas, karena menanam dengan cara menggunakan polibag akan memungkinkan menanam dengan bervariasi tanaman mungkin lebih banyak bisa disusun secara vertikal dengan menggunakan rak. Selain itu, perawatannya pun cukup mudah karena mudah untuk dipindah - pindah.
Berikut terdapat cara pemanfaatan sampak plastik bekas kemasan makanan menjadi polibag tanaman, yaitu :
1. Yang pertama cuci bersih kemasan makanan untuk membersihkan sisa - sisa makanan yang masik menempel di plastik.
2. Kemudian diberi lubang di dasar dan samping bungkus kemasan untuk aliran air.
3. Lalu masukkan media tanam, seperti tanah yang sudah dicampuri pupuk.
4. Setelah itu taburkan benih diatas tanah tersebut.
5. Siramlah secara rutin setiap pagi dan sore hari.
6. Setelah ditengah masa tanam dapat ditambahkan pupuk cair sebanyak satu atau dua selama masa tanam.
Sumbangan mata kuliah Psikologi Lingkungan dalam memantik kepedulian generasi milenial khususnya mahasiswa Psikologi UST terhadap pengendalian sampah dalam kehidupan sehari-hari yaitu dengan mengolah sampah plastik menjadi sebuah produk kreatif, hal tersebut merupakan sebuah rasa kepedulian terhadap lingkungan. Selain itu, dalam pengolahan sampah plastik juga dapat memberikan motivasi untuk generasi milenial agar ikut serta dalam memanfaatkan ataupun mendaur ulang sampah plastik. Seperti yang sudah diuraikan diatas, kita dapat memanfaatkan pekarangan depan rumah untuk digunakan suatu wadah bertanam yaitu berinovasi membuat polibag dari sampah plastik yang berasal dari kemasan makanan. Dengan demikian kita bisa menanam segala macam tanaman maupun tamanan.
Daftar Pustaka
Nasution, R. 2015. Berbagai Cara Penanggulangan Limbah Plastik. Journal of Islamic Science and Technology. Halaman: 97-104.
Sahil. 2016. Pengelolaan Sampah Terpadu. Lingkungan Institut Teknologi.
Suryani, A. S. 2014. Peran Bank Sampah Dalam Efektivitas Pengelolaan Sampah. Aspirasi. Pp71-84.

0 Comments