Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa Menulis

Blogsite ini merupakan salah satu media untuk dosen, mahasiswa, civitas akademika, maupun masyarakat umum dalam mempublikasikan karya tulisannya. Semoga bermanfaat dan meningkat peminatnya. Salam, Sukses Selalu.

  • Home
  • Download
  • Social
  • Features
    • Lifestyle
    • Sports Group
      • Category 1
      • Category 2
      • Category 3
      • Category 4
      • Category 5
    • Sub Menu 3
    • Sub Menu 4
  • Contact Us

 

Tulisan Untuk Ujian Tengah Semester Psikologi Sosial 2

Dosen Pengampu : Arundati Shinta

Penulis : Muhammad Angga Pratama Putra ( 2021011101 )

Fakultas Psikologi Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa Yogyakarta


 

Topik :

Saya merupakan salah satu anggota dari kelompok penilai yang bertugas untuk menentukan bahwa seseorang bersalah atau tidak bersalah. Jumlah anggota kelompok adalah 10 orang termasuk diri saya sendiri dan anggota ini memiliki latar belakang ekonomi, status sosial, tingkat pendidikan dari anggota kelompok adalah setara/tidak ada perbedaan yang mencolok. Dari 10 anggota tersebut hanya diri saya yang memahami betul bahwa orang yang akan dinilai sama sekali tidak bersalah.

Penyelesaian kasus :

Suatu kelompok dikatakan baik jika memiliki dinamika kelompok yang aktif. Dalam kasus ini saya berusaha untuk memposisikan diri saya sebagai seorang yang memiliki kuasa tertinggi di dalam kelompok karena semua anggota kelompok memiliki kesetaraan derajat dan memiliki hak yang sama. Saya mencoba untuk mengambil peran leadership dalam kelompok ini, dalam sebuah kelompok tidak semua anggotanya memiliki rasa keberanian berpendapat sesuai pendapat pribadinya.

Dengan kekuasaan, pemimpin dapat mempengaruhi perilaku para anggotanya, Hersey, Blanchard dan Natemeyer (Thoha, 2010) menyatakan bahwa seorang pemimpin seharusnya tidak hanya menilai perilakunya sendiri untuk memengaruhi orang lain, tetapi juga harus mengerti posisi mereka dan bagaimana cara menggunakan kekuasaan untuk memengaruhi orang lain sehingga menghasilkan kepemimpinan yang efektif.

Kekuasaan (power) seringkali diartikan sebagai pengaruh (influence) atau otoritas (authority). Seseorang memiliki kekuasaan dikatakan sebagai seseorang yang berpengaruh atau seseorang mempunyai otoritas/wewenang untuk melakukan sesuatu. Pengertian kekuasaan seperti yang dikemukakan oleh Walter Nord (Thoha, 2010) adalah kemampuan untuk memengaruhi aliran, energi, dan dana yang tersedia untuk suatu tujuan yang berbeda secara jelas dengan tujuan lainnya. Definisi kekuasaan juga banyak dikemukakan oleh para ahli lainnya seperti Bierstedt yang mengemukakan kekuasaan adalah kemampuan untuk menggunakan kekuatan, Roger mengemukakan kekuasaan adalah suatu potensi dari suatu pengaruh.

Secara sederhana, kepemimpinan adalah setiap usaha untuk memengaruhi, sementara itu kekuasaan dapta diartikan sebagai suatu potensi pengaruh dari seorang pemimpin. Jadi kekuasaan merupakan salah satu sumber seorang pemimpin untuk mendapatkan hak untuk mengajak atau memengaruhi orang lain. Sedangkan otoritas dapat dirumuskan sebagai suatu bentuk khusus dari kekuasaan yang biasanya melekat pada jabatan yang ditempati oleh pemimpin. Dengan demikian, otoritas adalah kekuasaan yang disahkan (legitimatized) oleh suatu peranan formal seseorang dalam suatu kelompok.

Berdasarkan penjelasan di atas saya ingin menjadikan diri saya sebagai orang yang dominan dalam kelompok, dengan kata lain orang yang memiliki dominan tinggi adalah seorang pemimpin, saya berupaya untuk mengambil kepercayaan semua anggota kelompok, dengan mendapat kepercayaan yang tinggi dari semua anggota kelompok, mereka pasti akan meyakini bahwa pendapat saya itu benar. Setelah mendapat rasa percaya itu, dengan didukung dominasi saya dalam kelompok, semua anggota kelompok akan percaya kalau memang benar bahwa salah satu anggota kelompok tidak melakukan kesalahan karena kepercayaan tinggi mereka terhadap saya.

Kepercayaan merupakan dasar seseorang dalam bertindak dengan berlandaskan norma-norma yang dianut di lingkungannya (Lawang dan Robert, 2004; Mahamit et al., 2016; Fukuyama, 2007). Kepercayaan yang tumbuh dalam kelompok merupakan perekat untuk terjalinnya kerjasama antar anggota kelompok. Sehingga dengan adanya rasa percaya yang tumbuh antar anggota dalam suatu kelompok dapat menjadikan anggota tersebut bekerjasama lebih efektif.

Menjunjung kebersamaan, keterbukaan dalam setiap masalah dan membangun kepercayaan terhadap setiap anggota kelompok merupakan kunci dari kesehatan dalam sebuah organisasi atau kelompok. Kerja sama kelompok dapat terwujud dengan adanya pembinaan hubungan kerja, baik hubungan kerja antara para anggota organisasi atau perusahaan maupun antara pemimpin kelompok dengan anggota yang lain. Hubungan dalam kelompok adalah tercapainya kerja sama yang kompak dan harmonis antara sesama anggota organisasi atau sumber daya manusia yang ada.

 

DAFTAR PUSTAKA

Yudiaatmaja, F. (2013). Kepemimpinan: Konsep, Teori Dan Karakternya. Media Komunikasi FPIPS, 12(2).

Setiyanti, S. W. (2012). Membangun kerja sama tim (kelompok). Jurnal Stie Semarang (Edisi Elektronik), 4(3), 59-65.

 

Tulisan untuk Ujian  Tengah Semester Psikologi Sosial 2


 

Dosen pengampu : Arundati Shinta

Nama : Aprilia Nita Ningrum

2021011048

puisi

 

Meyakinkan orang lain atau komunikasi persuasif adalah melakukan upaya untuk mengubah sikap dan pendapat seseorang dengan cara yang luwes, manusiawi dan berkata halus. Menurut Nothstine (dalam Soemirat, 2017) mengatakan persuadee kedalam 7 macam ,yang pertama persuadee (sekelompok orang yang menyampaikan pesan). Yang pertama selalu menentang dan melawan persuader (orang yang menjadi tujuan pesan itu). Yang kedua persuadee melakukan penolakan dan menentang persuader,yang ketiga ada persuadee yang netral mereka tidak pro maupun kontra terhadap kita atau tidak peduli,yang keempat persuadee yang memiliki rasa ragu-ragu antara mempercayai atau menolak persuader. Yang kelima persuadee yang tidak mengenal persuader sehingga harus menunggu keputusan dari persuader untuk seberapa besar meyakinkan mereka. Yang keenam persuadee yang mendukung seperti memahami persuader walau tidak secara terbuka. Yang ketujuh persuadee yang mendukung persuader dengan sepenuhnya seperti menerima informasi dari persuader. Komunikasi persuasif merupakan jenis komunikasi yang bertujuan untuk memberikan pengaruh kepada komunikan dari komunikator terhadap sebuah kepercayaan atau sikap komunikan. Terkadang kepercayaan seseorang tentang sesuatu yang dipercaya bisa memberikan dampak bagi sikap diri mereka, mengubah pandangan seseorang tentang sesuatu dapat mengubah perilaku mereka. Didalam komunikasi persuasif peran sang komunikator sangat penting sehingga harus memiliki performa yang bagus dan baik dalam menyampaikan atau meyakinkan seseorang. Kepribadian juga termasuk memberikan pengaruh kepada penerima masukan atau pendapat, bahkan persepsi juga dapat mempengaruhi

Strategi yang dilakukan untuk meyakinkan anggota kelompok bahwa orang tersebut tidak bersalah adalah yang pertama mendengarkan dengan seksama, jika kita ingin didengar kita harus mendengarkan keinginan orang lain yang kita ingin bujuk ini agar rekan-rekan tidak merasa tidak dihargai dan menguntungkan kedua belah pihak, yang kedua meskipun tidak pandai membujuk atau meyakinkan orang maka harus berperilaku alami jangan dibuat-buat maka itu akan mempermudah untuk negoisasi/meyakinkan orang. Yang ketiga jangan takut atau khawatir gagal dalam meyakinkan orang lain dan jangan merasa gugup saat meyakinkan orang karena itu akan mengacaukan keadaan sekitar.


Tulisan Untuk Ujian Tengah Semester Psikologi Sosial 2 


Dosen Pengampu : Arundati Shinta

Oleh : Yunisya Manurung

FAKULTAS PSIKOLOGI

UNIVERSITAS SARJANAWIYATA TAMANSISWA


Menurut Kouzes (2004:17), mengatakan bahwa pemimpin adalah vionir sebagai orang yang bersedia melangkah kedalam situasi yang tidak diketahui. Pemimpin yang mempunyai visi yang jelas dapat menjadi penuntun dalam melaksanakan tugas pokok dan fungsinya sebagai pemimpin. Menurut Sudriamunawar (2006:1), mengatakan pemimpin adalah seseorang yang memiliki kecakapan tertentu yang dapat mempengaruh para pengikutnya untuk melakukan kerjasama kearahpencapaian tujuanyang telah di tenttukan sebelumnya. Menurut Kartono (2005:51), menyatakan pemimpind adalah seorang pribadi yang memiliki superioritas tertentu, sehingga dia memiliki kewibawaan dan kekuasaan untuk menggerakan orang lain melakukanusaha bersama guna mencapai sasaran tertentu.

Dari berbagai pengertian menurut beberapa ahli diatas, maka penulis menyimpulkan pengertian mengenai pemimpin adalah seseorang yang memiliki kemampuan untuk mengatur, mendorong, mengkoordinasi dan mempengaruhi orang lain dalam rangka melakukan kerjasama kearah pencapaian tujuan bersama yang telah ditentukan.

    Tujuan dari penegakan hukum, sejatinya, adalah untuk mencari kebenaran, keadilan, dan menciptakan kedamaian. Prosedur hukum pun sudah disusun sedemikian rupa untuk mencapai tujuannya, yaitu suatu jaminan perlindungan hak dan keadilan. Namun, proses penegakan hukum di Indonesia tak pernajh luput dari berbagai sorotan karena penanganan kasus-kasus hukum kerap dibelok-belokkan oleh para penegak hukumnya sendiri. Itulah yang membuat kepercayaan masyarakat terhadap institusi penegak hukum pun akhirnya luntur.Banyaknya kasus hukum yang di pengadilan telah menunjukkan bahwa penegakan hukum di Tanah Air saat ini memang masih jauh dari yang dicita-citakan. Rule of law seolah menjadi tembok pembatas bagi para penegak hukum untuk melakukan terobosan hukum demi mencari dan menemukan keadilan yang sesungguhnya. Para hakim pun takut melakukan terobosan hukum. Akibatnya, masyarakat tidak bersalah yang justru harus menjadi korban.

Masih terngiang dalam ingatan saya seorang mantri desa, Ramlan, yang menjadi korban ketidakadilan penegakan hukum. Ramlan adalah seorang mantri desa yang menolong warga Kisaran Asahan, Sumatra Utara.. Apa yang dilakukan oleh Ramlan tidak hanya mengobati, tapi juga mengubah pola kesehatan warga menjadi lebih baik. Namun apa yang terjadi, niat baik Ramlan menolong masyarakat malah dinilai melawan hukum.

Adapun keputusan seseorang untuk membela pasti memiliki alasan yang kuat untuk membuktikan kebenarannya.Untuk itu hal kedua yang perlu dilakukan adalah dengan memberikan bukti atau kesaksian terkait dengan pembenaran atas tindakan yang dilakukan oleh seseorang yang dibela tersebut untuk memperkuat fakta bahwa seseorang tersebut tidaklah bersalah.

       Mendalami permasalahan yang menimpa Ramlan yang berniat baik menolong masyarakat malah dinilai melawan hukum dengan pengetahuan yang saya akan utarakan kebenaran bahwa Ramlan tidaklah bersalah. 


DAFTAR PUSTAKA

Butar-butar, E Nurhaini. (2011). Asas praduga Tidak Bersalah:Penerapan dan Pengaturannya Dalam                     Hukum Acara Perdata. Jurnal Dinamika Hukum, Vol 2, No 3, hlm 1-10. Medan: 

                     Universitas Thomas Medan.

Nama  : Nuril Latifatuz Zahroh

NIM    : 2021011049


 







        Rasul artinya adalah utusan, duta, atau sering disebut al mursalun (orang-orang yang dikirim) dalam Al Quran. Rasul adalah utusan Allah SWT yang mengajarkan agama atau wahyu baru pada masyarakat umum. Nabi tidak diperingatkan untuk menyampaikan wahyu yang diterima pada umat. Rasul berasal dari kata arsala yang artinya mengutus atau mengirim. Sedangkan, menurut istilah rasul artinya seorang laki-laki saleh yang diutus Allah untuk menyampaikan risalah-Nya kepada manusia berdasarkan wahyu Allah yang diterimanya. Dalam al-Qur'an minimal ada dua fungsi diutusnya para rasul. Yakni, untuk memberi kabar gembira dan memberi peringatan. Allah SWT tegaskan, “Dan tidaklah Kami mengutus para rasul itu melainkan untuk memberikan kabar gembira dan memberi peringatan. Kita harus beriman kepada nabi dan rasul karena Allah Swt. mewajibkan umat-Nya agar beriman kepada semua nabi dan rasul yang telah diutus oleh-Nya, tanpa membeda-bedakan antara nabi dan rasul yang satu dan yang lainnya, seperti yang ditegaskan Allah pada Q.S. an-Nisa ayat 136. 

        Sifat wajib bagi Rasul ialah sifat yang pasti dimiliki oleh para Rasul dan dapat ditunjukkan dalam kisah keseharian mereka, yaitu siddiq yang memiliki arti benar, Maksudnya ialah tiap-tiap perkataan yang diucapkan atau disampaikan oleh rasul sifatnya selalu benar. Baik benar dalam menyampaikan wahyu yang sumbernya dari Allah SWT maupun benar dalam perkataan-perkataan yang memiliki hubungan dengan persoalan dunia. Amanah yang memiliki arti dapat dipercaya, para rasul senantiasa menjaga diri dari segala perbuatan dosa untuk menjaga kepercayaan umat atas dirinya. Tablig yamg meniliki arti menyampaikan wahyu, wahyu yang telah disampaikan oleh para rasul tersebut dapat berupa pengetahuan, syariat, maupun pedoman, ataupun risalah kenabian yang lain. Sekalipun wahyu yang disampaikannya tidak mudah maupun bukan sesuatu yang menyenangkan, para rasul akan senantiasa menyampaikannya tanpa mengurangi satu huruf pun. Fathanah yang memiliki arti pandai, cerdas, Sebagai utusan Allah SWT bagi umat manusia, para rasul mampu untuk memahami berbagai permasalahan umat sekaligus memberikan jalan keluarnya.

Permasalahannya yaitu tentu catatan optimis masih ada. Empat dari lima negara dengan penduduk muslim terbesar, tidak terjebak dalam perang sipil. Indonesia salah satunya. Tiga yang lain adalah India, Bangladesh, dan Mesir. Bahwa ajarah Islam tidak mempunyai korelasi dengan konflik juga diamini oleh Fuller “bahkan jika Islam dan Nabi Muhammad tidak pernah ada, hubungan antara Barat, terutama Amerika Serikat, dan Timur Tengah tidak akan berbeda jauh”.


Daftar Isi

Fuller, G. E. (2010). A World without Islam. New York: Little, Brown and Company.

Lipka, M. (2017). Muslims and Islam: Key findings in the U.S. and around the world. 

Widyani, R. (2021). Rasul artinya adalah utusan, duta, atau sering disebut al mursalun (orang-orang yang dikirim) dalam Al Quran.



Nama: Theodora Aprila Gloriani

NIM: 2021011040


Dalam kelompok sering dijumpai ada perbedaan pendapat antara anggota kelompok satu dengan anggota kelompok lainnya.Hal ini biasanya disebabkan oleh adanya perbedaan konsep berpikir tentang suatu hal yang kemudian mampu untuk memunculkan konflik apabila tidak mendapat jalan tengah dari hal yang membuat perbedaan tersebut.

Dan tentu saja,dalam suatu perbedaan pendapat atau pemikiran dalam kelompok,ada yang menjadi mayoritas dan ada yang menjadi minoritas.Mayoritas biasanya akan mendominasi hingga terkadang pendapat dari kelompok minoritas tidak diperhatikan.Dan ketika kita menjumpai situasi seperti ini dan kita menjadi kelompok minoritas maka harus ada hal yang dilakukan untuk menarik perhatian kelompok mayoritas terkait dengan sesuatu yang ingin kita dukung atau ide yang ingin disampaikan.

Membayangkan kita menjadi satu orang yang mengetahui kebenaran tentang seseorang dalam kelompok untuk menentukan bahwa seseorang tersebut bersalah atau tidak bersalah menjadi suatu tanggungjawab yang besar.Apalagi kika kebenaran yang kita ketahui tersebut bersifat positif dan dapat membangun kelompok.Namun,yang menjadi permasalahan dalam hal ini adalah bagaimana cara meyakinkan kelompok mayoritas untuk ikut dan setuju dengan hal yang disampaikan dan mendukung kita yang merupakan anggota minoritas.

Hal pertama yang harus dilakukan untuk menarik perhatian mereka adalah dengan menyampaikan tujuan atau alasan mengapa anggota mayoritas harus mendengarkan dan memikirkan hal yang ingin kita sampaikan.Misalnya,dengan memberitahu peran yang bisa dilakukan oleh seseorang tersebut atau bagaimana perilaku kesehariannya bisa menjadi pembuka yang bagus.

Mencoba untuk meyakinkan kelompok mayoritas sedangkan diri kita sendiri merupakan bagian dari kelompok minoritas bukanlah hal mudah Untuk dilakukan.Ibarat kata kita seperti " semut melawan gajah",namun bukan berarti usaha yang kita lakukan akan menjadi sia-sia.Ketika kita mengetahui seseorang tidak bersalah tentu gejolak untuk membuktikan bahwa hal itu benar kepada orang lain akan semakin terpacu.

Bukankah kelompok minoritas pun memiliki peran? Sekecil apapun peran itu tetap akan berdampak bagi kelompok mayoritas.Bahkan tak jarang pula ide atau pendapat yang disampaikan oleh kelompok minoritas merupakan ide yang berlian dan dapat dipertanggungjawabkan dengan baik.Dengan mendengarkan pendapat serta ide dari kelompok minoritas tidak akan memberikan dampak yang negatif bagi kelompok itu sendiri,bisa saja hal itu akan menguntungkan kelompok.

Adapun keputusan seseorang untuk membela pasti memiliki alasan yang kuat untuk membuktikan kebenarannya.Untuk itu hal kedua yang perlu dilakukan adalah dengan memberikan bukti atau kesaksian terkait dengan pembenaran atas tindakan yang dilakukan oleh seseorang yang dibela tersebut untuk memperkuat fakta bahwa seseorang tersebut tidaklah bersalah.Perlu dilakukannya riset untuk mengumpulkan bukti agar mempermudah untuk mempengaruhi kelompok mayoritas agar percaya dan yakin pada yang dibicarakan.Bukti inilah yang kemudian akan menjadi kunci utama untuk membentuk dan memperoleh keyakinan atau kepercayaan dari anggota mayoritas.Soebekti mendefinisikan bukti sebagai sesuatu untuk meyakinkan akan kebenaran suatu dalil atau pendirian. sedangkan alat bukti, alat pembuktian, upaya pembuktian (Bewisjemiddle) adalah alat-alat yang dipergunakan untuk dipakai membuktikan dalil-dalil suatu pihak dimuka pengadilan.

Tapi, pernahkah terpikir bahwa anggota kelompok mayoritas apakah selalu benar dan yang menjadi minoritas salah? Kenapa orang-orang hanya memperdulikan ukuran kelompok ketika dihadapkan dengan kebenaran? Apakah kebenaran hanya selalu berada pada orang yang punya banyak pendukung, aliansi,hubungan? Lalu, kelompok minoritas akan selalu dikesampingkan bahkan jika apa yang dikatakan benar?

Daftar Pustaka:

https://www.google.com/url?sa=t&source=web&rct=j&url=https://pdb-lawfirm.id/alat-bukti-dalam-hukum-acara-di-indonesia/%23:~:text%3DMenurut%2520M.%2520Yahya%2520Hararap%2520dalam,penilaian%2520hakim%2520di%2520dalam%2520pengadilan.&ved=2ahUKEwijnZ-xqe76AhWPimMGHXpXBm4QFnoECAgQBQ&usg=AOvVaw3fYZc7LOmXeU9w3ggN9Jze

                                 Tulis Untuk Ujian Tengah Semester Psikolkogi  Sosial 2

                                    Dosen Pengampu : Arundati  Sinta 



                                                Oleh  : Logradis De Fatima De Araujo (2021011014)





Kompormitas dalam kehidupan biarawati

 

Biarawati Katolik dan melihat lebih dekat pola keberadaan hidup biarawati. Keputusan membiara yang diambil individu akan membawa konsekuensi pada keberadaan hidup di dalam biara. Selama berada di dalam biara, individu akan mengalami berbagai macam situasi dan permasalahan yang harus dihadapi. untuk dapat mempertahankan keputusannya menjadi biarawati. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif Metode ini dipilih karena penulis ingin mengungkap secara mendalam fenomena yang terjadi pada pengambilan keputusan membiara serta cara informan dalam menanggapi dan menginterpretasikan kehidupan di dalam biara. Informan dalam penelitian ini adalah tiga orang biarawati Katolik yang sudah melewati tahap pembinaan dalam hidup membiara (aspiran, postulat dan novisiat); sudah diresmikan menjadi biarawati melalui upacara profesi pertama; dan berada dalam suatu tarekat tertentu. Hasil penelitian ini menguraikan adanya dua cara informan dalam menanggapi keberadaan (eksistensi) dalam hidup membiara, yaitu meng'Ada' dalam biara dan meng'Ada' dalam diri sendiri. Meng'Ada' dalam biara mempunyai sifat-sifat hidup seperti emptyness, konformitas, identitas publik dan dependent. Sedangkan meng'Ada' dalam diri sendiri mempunyai sifat-sifat hidup sepertifollfillness, memberontak, identitas pribadi dan independent. Proses memutuskan dilalui informan melalui pengalaman hidup yang diterimanya, seperti penanaman nilai-nilai agama, pola relasi, life event dan ketertarikan. Pengalaman hidup kemudian akan diseleksi melalui pergulatan hidup yang berupa konflik, dukungan sosial dan belief hasil dari pergulatan hidup yang telah diseleksi akan menghasilkan identitas sebagai biarawati. Proses ini akan berulang dan berlangsung secara terus-menerus di sepanjang kehidupan membiara yang dilalui informan.

Persoalannya semua calon atau para senior wajib mengunting rambut pendek pas dengan tengkuk,dan mengenakan kemeja warna putih yang diterima dari biara untuk masuk mengikuti doa komunitas dalam kapel. Saat itu ada temanku yang tidak mengunakan kemeja putih yag telah dibagikan dengan alas karena kamejanya masih basah. Suster pembimbing menegur teman dan saya dan katakana bahwa dia adalah calon yang keras kepala dan tidak mau di atur. Sebagai temannya saya mencari tau motif yang membuat teman saya, mengunakan kaos dalam mengikuti doa komunitas selama berlangsu sebenarnaya teman saya melakukan itu karena kemeja masih basah, dan itu bukanlah kesalahan yang disengajai olehnya.




 

Nama : Clara Putri Ignasia Selu

NIM  : 2021011045












Menegakkan Kebenaran

“ Tulisan Untuk UTS Psikologi Sosial 2 “

Dosen Pengampu Arundati Shinta

Kebenaran merupakan suatu hal yang cukup penting. Karena kebenaran adalah suatu yang bernilai kehidupan bersama. Untuk menemukan kebenaran salah satu upaya yang dilakukan adalah dengan cara berpikir benar guna menemukan pengetahuan. Di dalam dunia ini secara umum manusia mencari kebenaran. Berbicara tentang kebenaran sesuatu, tidak terlepas dari pengertian dan fungsi dari seuatu yang akan dicari kebenarannya ( Inu K Syahfii, 2005:59 ).

Mengapa kita perlu menegakkan kebenaran? Karena dengan berkata jujur dan berani membela kebenaran, kita akan dipandang ‘ pemberani ‘ oleh orang lain. Jika kita tidak ada kebenaran atau keadilan, maka tidak ada kedamaian dan tidak mengamalkan sila kedua Pancasila. Kebenaran tidak hanya terbentuk oleh hubungan antara fakta atau realitas saja tetapi juga hubungan anatar pernyataan – pernyataan itu saja. Dengan kata lain, suatu pernyataan adalah benar apabila konsisten dengan pernyataan – pernyataan yang terlebih dahulu kita terima dan kita ketahui kebenarannya.

Dengan tidak menutupi suatu tindak kejahatan misalnya, ketika kita tahu tindakan kita siap untuk menjadi saksi keadilan, hal ini dapat diartikan sebagai membela kebenaran. Sudah saatnya kebenaran harus ditegakkan, rasa keadilan harus dijunjung dengan tinggi, dan kembali ke dasar sifat manusia yang memiliki akhlak yang tinggi.

Sebagai seorang penguji/penilai, sudah sepatutnya kita harus jujur serta bertanggung jawab. Karena sebelum ditetapkan menjadi penilai, tentunya kita melakukan pelatihan agar saat turun langsung ke lapangan, kita dapat bekerja sesuai prosedur dan peraturan yang berlaku. Jadi jika ada kecurangan ataupun tidak, penilai dapat dengan bijaksana menangani dan mengatasi masalah tersebut.

Kejujuran terhadap fakta sangat dipersyaratkan bagi seorang penguji atau penilai, agar hasil penilaian terjaga dan akurat. Seorang penilai harus dapat menunjukkan sikap terbuka yang ditunjukkan dalam sikap mau menerima kritik dan saran dari orang lain. Ketika dipercayakan sebagai tim penilai, rasanya pasti bangga dan senang. Maka dengan itu, jadilah penilai atau penguji yang baik dalam menjalankan tugas.

Dalam melakukan penilaian terhadap suatu subjek, tentu tidak selalu berjalan mulus. Pasti ada halangan dan tantangan. Salah satunya adalah, ketika anggota tim kelompok menuduh subjek yang akan dinilai, bersalah.  Tetapi kita yakin bahwa subjek tersebut tidak salah. Bahkan kita mengetahuinya dengan sangat persis, bahwa orang tersebut tidak salah.

            Namun, pada peristiwa yang banyak sekali terjadi, jika hanya kita saja yang berpihak pada kebenaran itu, maka akan sia – sia. Masyarakat atau individu masih cenderung percaya terhadap pengakuan banyak orang. Seperti kasus di atas, dari 10 anggota tim hanya satu 1 orang saja yang percaya bahwa subjek tersebut tidak bersalah. Jika dilihat dari jumlah, tentu saja kalah. Semua orang akan percaya dengan 9 anggota lainnya, karena mereka juga memiliki power akan hal itu.

Lalu bagaimana strategi yang saya buat agar semua percaya jika subjek tersebut tidak bersalah? Yang akan saya lakukan pertama – tama adalah dengan memberikan keyakinan terhadap anggota tim penilai. Dengan memberikan keyakinan, diharapkan dapat membuat anggota tim dapat berpikir lebih luas lagi. Yang kedua adalah, berkata dengan jujur apa yang sudah kita lihat, bahwa subjek tidak melakukan suatu tindakan yang salah. Dengan berkata jujur serta bersungguh – sungguh dapat membuat anggota tim luluh dan dapat mempertimbangkan pandangan mereka.  Yang ketiga adalah, dengan menunjukkan bukti – bukti yang kuat bahwa subjek tersebut tidak melakukan kesalahan. Dengan adanya bukti yang kuat, dapat membuat anggota tim yang lain akan percaya dengan apa yang saya katakan.

 Menjunjung tinggi nilai kebenaran memang sangat penting ditanamkan pada diri tiap indvidu. Jangan khawatir ataupun takut untuk membela kebenaran, hanya karena kita sendiri yang melakukan itu, lalu beranggapan bahwa apa yang kita lakukan akan dipandang atau dilihat seperti angin lalu. Untuk itu, jangan pernah takut untuk membela dan menegakkan kebenaran. Karena kebenaran berada di atas segala – galanya.

 

 

 

 

Daftar Pustaka

Nurdin, F. (2014). Kebenaran menurut pragmatisme dan tanggapannya terhadap islam. Jurnal Ilmiah Islam Futura, 13(2), 184-200.

Lase, F,. & Halawa, n. (2022). Mendidik Peserta Didik Dengan Nilai Nilai   Karakter Cedas Jujur. Educativio; Jurnal Pendidikan, 1(1), 190-206.

Harefa, B. (2016). Kebenaran hukum perspektif filsafat hukum. Jurnal Komunikasi Hukum (JKH). 2(1)



Postingan Lebih Baru Postingan Lama Beranda

UST MENULIS

UST MENULIS

ABOUT ME

Blogsite ini merupakan salah satu media untuk dosen, mahasiswa, civitas akademika, maupun masyarakat umum dalam mempublikasikan karya tulisannya. Semoga bermanfaat dan meningkat peminatnya. Salam, Sukses Selalu.

SUBSCRIBE & FOLLOW

Subscribe Us

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.

Featured Post

KEPIMPINAN NICCOLO MACHIAVELLI

  UJIAN AKHIR PSIKOLOGI SOSIAL 2 SEMESTER GANJIL 2022/2023 DOSEN PENGAMPU : Arundati Shinta ARSENIUS REINHART SUROS 2021011094    ...

Labels

  • 2016011126 1
  • 2017011165 7
  • 2018011173 3
  • 2021011004 Erwin Prabowo 2
  • 2021011048 Aprilia Nita Ningrum 3
  • 2021011049 nuril latifatuz zahroh 2
  • 2021011055 Rahmad Alam 4
  • 2021011062 steven aldodi stevano 4
  • 2021011080 Widyaningrum Pramesti 5
  • 2021011101 Muhammad Angga Pratama Putra 5
  • Abdul Basith 2017011150 6
  • abu masroh 1
  • Agung Tri 5
  • Ahmad Ramadhan Ginting 2021011103 4
  • Alda Azahra'2021011036 5
  • Amaru Nuki (2019011007) 1
  • ANNISA MIFTAH KHAIRUL 'AUNI 2019011003 3
  • ANNISA MIFTAH KHAIRUL "AUNI 2019011003 4
  • Arundati Shinta 2
  • Before and After 1
  • berbagi rezeki 1
  • berkebun 1
  • Christian Kevin Adiyatma Rasendriya 2019011006 2
  • cinta lingkungan 1
  • Clara Selu 1
  • Damar Syifa Rahmanto AJi 2019011089 6
  • Dea Verananda Siallagan (2021011082) 3
  • Deajeng Grendista (2019011065) 6
  • Devi nova priyanti (2019011131) 5
  • Dyah Ayu Perwita Sari 2019011149 7
  • ekonomi sirkular 1
  • Fadila Perwitasari/2019011099 7
  • Fahmi Anwar 4
  • Faizal Aria Pamungkas 2018011109 Psikologi Lingkungan Paralel 5
  • generasi milenial 2
  • Inarotur Rizqiyah 1
  • Indrajat Syahru Ramadhan 201901111 5
  • insanul afdal nim 2018011147 5
  • Irhaz Sabila Ramdana (201901172) 6
  • Jesseica Ray 2019011082 1
  • Karunia Kalifah wijaya 7
  • Konita Ariakne (2018011068) 1
  • kucing jalanan 1
  • limbah makanan 1
  • maulana malik 2018011135 5
  • menjaga lingkungan 1
  • Muhammad Fauzan Ajun Pratama 5
  • Muhammad Fernanda Wijaya - 2019011125 7
  • Muhammad Maftuh (2021011077) 2
  • Muhammad Rizki apriyandi 2019011160 4
  • Muthi'ah Muliana/2018011096 6
  • Nabila Alfarabi - 2019011013 7
  • Nama : Alisha Septiani Karoror 3
  • Nurrokhman Danang Hadiwijoyo 6
  • Nurul Pratiwi Tahir_2019011088 3
  • Nurul Wafiqah Deu 3
  • pandemi covid 19 1
  • peluang usaha 2
  • Plogging 1
  • Prestasi 1
  • pro-lingkungan 1
  • Psikologi Lingkungan 29
  • Rizky Maulana Putra 5
  • Sampah 1
  • sampah rumah tangga 1
  • Sekolah Alam 1
  • street feeding 1
  • Theresia Windiya Pratama_2019011002 4
  • Theresia Windiya Pratama-2019011002 3
  • Tisa Eritantia 2019011173 7
  • UTS_Indrajat Syahru 1
  • Wahyuni Rahmawatul Hasanah 2018011079 3
  • Yuli Priansah 6
  • yusuf priyana 2019011119 1
  • Zukhruf Kalyana M 7

Arsip Blog

  • Desember 2022 (50)
  • November 2022 (5)
  • Oktober 2022 (72)
  • Juni 2022 (142)
  • Mei 2022 (25)
  • April 2022 (90)
  • Maret 2022 (72)
  • Februari 2022 (60)
  • Juni 2021 (71)
  • Mei 2021 (4)
  • April 2021 (87)
  • Maret 2021 (11)
  • Februari 2021 (1)

Ad Code

Responsive Advertisement

Popular Posts

  • KEPIMPINAN NICCOLO MACHIAVELLI
  • MACHIAVELLI
  • PENYEBAB DAN SOLUSI KETIDAKPATUHAN MASYARAKAT DI MASA PANDEMI
  • Pemanfaatan Air Cucian Beras Sebagai Pupuk Organik Cair

Total Tayangan Halaman

Translate

Ad Space

Responsive Advertisement

Cari Blog Ini

Langganan

Postingan
Atom
Postingan
Semua Komentar
Atom
Semua Komentar

Advertisement

Designed by OddThemes | Distributed By Gooyaabi Template