Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa Menulis

Blogsite ini merupakan salah satu media untuk dosen, mahasiswa, civitas akademika, maupun masyarakat umum dalam mempublikasikan karya tulisannya. Semoga bermanfaat dan meningkat peminatnya. Salam, Sukses Selalu.

  • Home
  • Download
  • Social
  • Features
    • Lifestyle
    • Sports Group
      • Category 1
      • Category 2
      • Category 3
      • Category 4
      • Category 5
    • Sub Menu 3
    • Sub Menu 4
  • Contact Us

 Theresia Windiya Pratama

2019011002

Psikologi Lingkungan A

Semester Genap 2021/2022

Fakultas Psikologi Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa

Esai 1

Tampaknya tidak asing lagi bagi kita mendengar kata pencemaran udara. Pencemaran udara sangat tidak baik untuk kesehatan semua makhluk. Pencemaran udara ini sangat marak diperbicangkan. Pencemaran udara ini berati adanya seseorang membakar sampah yang menimbulkan banyak asap dan tidak memperhatikan orang yang berada disekitarnya.

Membakar sampah merupakan salah satu kebiasaan buruk masyarakat yang sulit dihilangkan. Cara ini dianggap yang paling praktis untuk menghilangkan tumpukan sampah dan bau yang bisa menjadi sarang penyakit. Padahal, membakar sampah justru akan memunculkan berbagai masalah baru untuk kesehatan orang-orang sekitar.

Salah satu dampak buruk dari pembakaran sampah adalah pencemaran udara. Pencemaran udara sangat tidak baik untuk kesehatan manusia apalagi jika asapnya terhidup lama, jika orang yang terkena penyakit asma terkena asap-asap pembakaran sampah tersebut maka dapat memperparah gejala atau membuat kambuh pada penderita karena pengaruh penyakitnya dengan polusi udara yang ditimbulkan dari pembakaran sampah.

Menurut Wardhana (1995, h. 27), pencemaran udara diartikan sebagai adanya bahan-bahan atau zat-zat asing di dalam udara yang menyebabkan perubahan susunan (komposisi) udara dari keadaan normalnya.

Gambar 1.1

Menurut Christine Wiedinmyer, seorang peneliti dari National Center for Atmosperic Research, sebanyak 29% asap hasil pembakaran mengandung partikel logam berukuran kecil yang dapat menembus langsung ke dalam paru-paru. Selain itu, 10% kandungan polutan dari sampah mengandung merkuri dan 40% lainnya mengandung hidrokarbon aromatik polisiklik (PHA).

Asap pembakaran juga mengandung banyak materi tak kasat mata lainnya seperti hidrogen klorida, hidrogen sianida, benzena, stiren, arsen, timbal, kromium, benzo(a)pyrene, dioksin, furan, dan PCB. Semua zat kimia ini jelas bukan untuk konsumsi manusia karena membahayakan kesehatan.

Dampak negatif dari pembakaran sampah pada kesehatan adalah menyebabkan iritasi pada mata, meracuni tubuh secara tidak langsung, merusak organ tubuh, dan memicu kondisi kanker. Selain berdampak pada kesehatan, pembakaran sampah juga berdampak pada lingkungan sekitar seperti mengganggu keseimbangan lingkungan, menyebabkan perubahan iklim yang cukup cepat, dapat mengganggu pemandangan, pencemaran udara, menurunkan jumlah oksigen diudara, dan ada kemungkinan terjadi kebakaran lahan lain.

Untuk meminimalisir dampak negatif dari pembakaran sampah khususnya pada pencemaran udara masyarakat diharapkan dapat melalukan pembuangan sampah di TPA atau pemerintah melakukan sosialisasi tentang bank sampah agar masyarakat lebih mengerti bagaimana cara membuang sampah yang baik dan benar. Selain dibuang sampah juga dapat di daur ulang dijadikan barang yang mempunyai manfaat lebih.

 

DAFTAR PUSTAKA

Napid., S., Budi R. S. dan Susanto, E. (2021). Pembakaran Sampah Anorganik Menimbulkan Dampak Positif dengan Perolehan asap Cair bagi Masyarakat Lingkungan IX Kecamatan Amplas, Jurnal Pengabdian Mitra Masyarakat (JURPAMMAS), 1(1), pp. 30-36.

Wardana, 1995, Dampak Pencemaran Lingkungan, hal 27, 115, Andi offset, Yogyakarta


Psikologi Lingkungan A

Semester : Genap 2021/2022

Essay 1

Fitriana Rizki Utami

2019011005

Fakultas Psikologi Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa Yogyakarta 


    Sampah plastik ialah jenis sampah anorganik. Sampah plastik dikatakan tidak ramah lingkungan sebab sifatnya tidak dapat terurai dengan baik, dalam proses pengolahannya membutuhkan waktu lama untuk teturai. Dalam setiap hari, sampah akan terus meningkat jumlahnya selama penghuni terus bertambah. Menurut Bahar (2015:17), bahwa sampah adalah suatu barang yang harus bersifat padat yang tidak lagi untuk digunakan dan harus dibuang, sehingga barang tersebut tidak bisa diuraikan dengan sempurna oleh alam yang akhirnya mengakibatkan kerusakan.

    Dalam penggunaan sampah plastik ini lah secara tidak ramah lingkungan dapat menimbulkan berbagai masalah cukup serius bagi lingkungan. Dampak negatif yang ditimbulkan dari sampah plastik dapat merusak lingkungan seperti pencemaran air tanah dan dapat menyebabkan polusi udara yang diakibatkan pelepasan bahan kimia beracun. Maka dari itu apabila sampah plastik tidak dikelola dengan baik akan berbahaya bagi masa depan.

    Banyaknya penggunaan plastik dikarenakan plastik ialah barang serbaguna, ringan, dan murah. Dengan begitu masyarakat mendapatkan kemudahan dan praktis dalam penggunaan plastik. Namun juga diperlukan agar mengimbangi dengan memperhitungkan bagaimana dampak negatif yang ditimbulkan.

    Permasalahan tersebut, perlunya dilakukan gerakan untuk mengurangi sampah plastik. Dilakukan dengan cara memilah sisa-sisa plastik sampah memunculkan produk baru yang bermanfaat. Tujuan untuk mendaur ulang sampah plastik ialah menjadikan bahan bekas menjadi bahan baru yang berguna sehingga dapat mengurangi polusi dan kerusakan lingkungan. Yang dimaksud mendaur ulang ialah salah satu strategi dalam pengolahan sampah padat yang meliputi kegiatan pemilahan, pengumpulan, pemrosesan, pendistribusian, dan pembuatan produk. Hasil dari daur ulang tersebut seperti botol plastik, ember, toples, centong, nampan, dan lain sebagainya.

    Berikut cara sampah plastik dimanfaatkan untuk menghasilkan produk baru yang dinilai cukup efektif dalam mengurangi pencemaran lingkungan. Pemanfaatan sampah plastik untuk dibuat usaha kerajinan kreatif dinilai sangat lah ekonomis. Yang dimaksud nilai ekonomis ialah produk hasil karya tersebut mempunyai nilai jual yang tinggi dipasaran, selain itu juga membantu manusia dalam kehidupan sehari-hari. Contoh dari hasil kerajinan dalam pemanfaatan dari sampah plastik seperti, botol bekas dibuat menjadi pot bunga, bungkus plastik dapat dibuat menjadi tas, dan lain-lain.



    Cara lain yang bisa dilakukan supaya menghilangkan dampak dari sampah plastik dengan cara mempunyai kesadaran setiap individu tentang membuang sampah. Dengan cara membuang sampah pada tempatnya justru sangat penting.

    Dengan mengenal ataupun mengetahui tentang pengolahan dan pemanfaatan sampah plastik, kita dapat melakukan mengurangi pengunaan plastik serta kita dapat melakukan pemanfaatan sampah plastik dengan cara mendaur ulang, menggunakan plastik yang ramah lingkungan, dan menjadikan sampah plastik menjadi suatu kerajinan tangan.

 

Daftar Pustaka

Bahar. 2015. Pengertian Sampah. Penerbit: Buana Ilmu Populer. Indonesia.

https://images.app.goo.gl/FkVMmUuKSuxNHYAQ8


Penulis,



 Psikologi Lingkungan A

Semester: Genap 2021/2022

Essay 1

Amaru Nuki Ardana Reswari

2019011007

Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa

Kawasan yang bersih  merupakan kebutuhan setiap orang oleh karena itu maka diharapkan setiap warga untuk bisa memperjuangkannya bagaimana agar kawasan di mana wilayah tersebut terhindar dari segala sumber penyakit, serta kondisi kawasan yang tidak tercemari oleh berbagai polusi, bersih, dan nyaman sebagi tempat tinggal warga. Supaya kawasan tempat tinggal warga terjaga kebersihannya, ada kesadaran dan upaya seluruh warga untuk bisa mewujudkannya.Dengan mewujudkan kawasan yang bersih sangat mempengaruhi pada mutu kesehatan warga. Agar dapat membuat kawasan warga yang bersih dan sehat dibutuhkan keikutsertaan warga sekitar.hal ini dikarenakan wargalah yang sering membuat kondisi kawasan sekitar mejadi tercemar. Ada sebagian elemen yang mempengaruhi kawasan bersih dan sehat diantaranya:

1. Pertukaran udara yang baik. Salah satu faktor kawasan bersih dan sehat adalah adanya                         perukaran udara yang baik dalam arti udaranya tidak kotor, bau dan ada warnanya serta tidak                 mengakibatkan pernapasan menjadi terganggu.

2.   Adanya sumber air bersih. Kawasan yang bersih dan sehat tidak terlepas adanya sumber air bersih.seperti sungai, sumur atau sumber air lainnya.Air dikatakan bersih dan sehat jika tidak ada warnanya,tidak ada baunya dipastikan aman untuk dipakai warga.

3.  Pepohonan yang rimbun. Di samping air dan udara,faktor kawasan sehat lainnya adalah tersedianya pepohonan yang rimbun. Dengan banyak ditanami pepohonan bisa menjadikan kawasan menjadi sejuk dan rimbun. Pepohonan yang rimbun bisa membuat oksigen yang bisa mengakibatkan perputaran udara menjadi lancar,dan kawasan warga menjadi lebih nyaman dan hawanya menjadi lebih sejuk.

4.      Sampah dikelola dengan baik. Tersedianya tempat untuk membuang sampah juga menjadi salah satu faktor yang membuat kawasan menjadi bersih dan sehat. Oleh karena itu agar tercipta kawasan sehat pengolahan sampah yang benar menjadikan kawasan menjadi bersih dan sehat bebas dari penyakit.

5.      Drainase atau saluran air lancar. Keadaan kawasan rumah tempat tinggal juga ditentukan karena adanya drainase air yang lancar. Saluran air tidak diperkenankan ada sumbatan apapun baik sampah atau lumpur,sehingga bila terjadi hujan tidak mengakibatkan banjir.

Selain faktor di atas ,usaha lain yang perlu dilakukan untuk menjaga kawasan yang sehat diantaranya:

-          Buanglah sampah pada tempat yang sudah disediakan

-          Menjalankan kegiatan bersama-sama untuk menjaga kawasan tetap bersih

-          Menjaga agar air tidak tercemar

-          Menciptakan kawasan hijau

-          Selalu waspada dan hati-hati dengan bahan kimia rumah tangga

-          Pastikan selalu cuci tangan setelah menjalankan pekerjaan dengan menggunakan sabun

Kesimpulan

Untuk tetap menjaga kesehatan warga, dibutuhkan peran serta seluruh warga di kawasan tempat tinggal agar selalu menjaga kebersihan lingkungan sekitar yang dilakukan secara berkala. 

REFERENSI

Fitriyani, Y., Roosita, K & Hartati, Y. 2008. Kondisi Lingkungan, Perilaku Hidup Sehat dan Status Kesehatan Wanita Pemetik The. Jurnal Gizi dan Pangan, 3(2), 86-93.

https://www.kompas.com/skola/read/2021/10/27/090000669/contoh-lingkungan-tempat-tinggal-yang-bersih




PSIKOLOGI LINGKUNGAN A

ESSAY 1

Dosen : Dr. Arundati Shinta, M.A

Semester : Genap 2021/2022

Annisa Miftah Khairul 'Auni

2019011003

Fakultas Psikologi

Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa

Yogyakarta


Mendaur Ulang Sampah Kardus Menjadi Tempat Sampah Mini

Sampah merupakan masalah khusus yang dihadapi negara maju  dan berkembang, dan sejauh ini pengelolaan dan pengelolaan sampah masih terbelakang (Yogiesti, et al., 2010) dalam (Haerozi, 2021).

Pengelolaan sampah adalah pembuangan sampah dengan cara yang aman dan efisien, dan jika memungkinkan, limbah digunakan untuk membuat produk  baru. Ada beberapa metode pengelolaan sampah, antara lain primer, pengelolaan sampah organik, pengelolaan sampah dengan pembakaran, pengelolaan sampah dengan daur ulang, konversi sampah menjadi  gas, dan konversi sampah menjadi  pupuk. Tujuan dari pengelolaan sampah adalah untuk meminimalkan jumlah sampah. Karena sebagian besar sampah  berasal dari pemukiman, kami berharap Anda mulai memikirkan dan mempraktekkan cara mengurangi sampah di pemukiman (Silooy, F & Pangkey, H, 2021).

Barang bekas adalah barang yang  tidak lagi digunakan atau dibutuhkan pemiliknya, tetapi bukan berarti tidak tersedia lagi. Penggunaan barang bekas menjadi salah satu alternatifnya produk  sebagai bentuk ketelitian dalam memahami potensi dan kepekaan lingkungan (Mawarnisa, 2022).

Kardus dan sejenisnya merupakan salah satu bahan kemasan dan tentunya lebih tahan lama dibandingkan produk kertas lainnya. Selain itu, kardus memiliki konsep unik sebagai bahan, dan memiliki karakteristik artistik seperti warna, tekstur, dan sifat. Ini adalah bahan yang lentur dan mudah dibentuk. Bahan ini sangat mudah ditemukan di daerah tersebut. Setelah kardus jadi, biasanya  dianggap sampah atau digunakan sebagai eksterior. Meskipun telah banyak dilakukan daur ulang kardus untuk mengembalikan kardus bekas menjadi kardus dan kemasan lainnya (Prayoga, dkk, 2022).

Cara agar sampah tetap bisa dikelola menjadi hasil karya yaitu dengan cara mendaur ulang kembali. Sampah yang akan digunakan untuk bahan hasil karya kali ini adalah kardus bekas. Kardus bekas sebenarnya bisa juga dibakar, akan tetapi akan menimbulkan polusi. jadi, lebih baik mendaur ulang menjadi hasil karya. Pembuatan tempat sampah mini dari kardus bekas sangatlah mudah, sehingga tidak akan memakan waktu lama untuk membuatnya. Berikut alat dan bahan yang dibutuhkan untuk membuat tempat sampah dari kardus bekas. Selanjutnya yuk simak langkah-langkah mudah membuat tempat sampah mini dari kardus bekas :

Alat dan Bahan :

  1. Kardus Bekas
  2. HVS warna
  3. Tusuk sate 1 biji
  4. Double Tip
  5. Gunting
  6. Penggaris
  7. Bolpoin
  8. Spidol 

Cara membuat tempat sampah mini dari kardus bekas :

  • Siapkan kardus bekas lalu ukur dengan menggunakan penggaris untuk membuat tempat sampah mini. Buat ukuran pada garis sesuai dengan ukuran yang sudah tertera pada gambar. Lalu buat juga persegi panjang dengan ukuran 13 cm x 9 cm yang akan digunakan sebagai tutup tempat sampah. 


  • Setelah selesai mengukur untuk bagian-bagian tempat sampah lalu potong sesuai ukuran. setelah selesai memotong tempel dengan double tip bagian tempat sampah tersebut. 
  • Setelah ditempel menjadi satu, lalu potong kertas HVS warna sesuai dengan ukuran tempat sampah. 

  • Setelah selesai memotong kertas HVS warna lalu tempelkan pada seluruh bagian depan belakang potongan kardus dengan merata.
  • Selanjutnya bentuk kardus sampai menjadi susunan tempat sampah yang benar dan tempelke seluruh bagian tersebut.
  • Berikutnya setelah selesai menempelkan seluruh bagian potongan tersebut menjadi 1 bagian utuh tempat sampah, lalu potong tusuk sate sesuaikan dengan ukuran yang dibutuhkan dan tempelkan pada bagian tersebut.
  • Langkah berikutnya adalah menempelkan bagian tutup tempat sampah pada tusuk sate tersebut.
  • Dan langkah terakhir yaitu menggambar sesuai keinginan, boleh tidak digambar juga, sesuai keinginan masing-masing ya
  • Dan jadi deh





REFERENSI

Haerozi. 2021. Peran Komunikasi dalam Difusi Inovasi Usaha Barang Bekas di Desa Pengadang. Jurnal Mediakita: Jurnal Komunikasi dan Penyiaran Islam 5 (2). 

Mawarnisa, Rada. 2022. Model Permainan Edukasi dari Bahan Bekas Kardus untuk Meningkatkan Kreativitas dan Prestasi Anak Paud Usia 5-6 Tahun. Jurnal At-Tufula 1 (1).

Prayoga, I Kadek Joning., Sudita, I ketut., & Koriawan, G, E, H. 2022. Pembuatan Patung Tari Baris Menggunakan Bahan Daur Ulang Kardus. Jurnal Pendidikan Seni Rupa Undiksha 12 (1), 55-61.

Silooy, F & Pangkey, H. 2021. Pengelolaan Sampah dan Pembuatan Pupuk Organik di Lingkungan II Kelurahan Pinaesaan Kecamatan Wenang Kota Manado Provinsi Sulawesi Utara. Jurnal Budidaya Perairan 9 (1), 45-48.




 Penulis



  


PSIKOLOGI LINGKUNGAN A

ESSAY 1

Dosen : Dr. Arundati Shinta, M.A

Semester : Genap 2021/2022

Annisa Miftah Khairul 'Auni

2019011003

Fakultas Psikologi

Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa

Yogyakarta



Salah satu masalah terpenting di hampir semua wilayah adalah masalah sampah. Sampah menumpuk dan mencemari setiap hari, sementara tidak  ada orang yang  dekat dengan  Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) yang membutuhkannya. Hal ini karena tumpukan sampah merupakan penyebab utama polusi selain menghalangi pandangan. Pencemaran lingkungan, baik  tanah, air bahkan udara pun ikut tercemar (Utami, A. D & Alfi, M, 2021). 

Lingkungan sangat penting dalam siklus hidup karena  merupakan bagian dimana manusia, hewan dan tumbuhan melakukan semua aktivitas kehidupan. Karena lingkungan terus berubah dari waktu ke waktu, penting untuk mengetahui masalah lingkungan yang menyebabkan perubahan  untuk pengelolaan yang berkelanjutan. Penduduk dunia menghadapi tantangan lingkungan setiap hari dan rentan terhadap bencana alam sekarang dan di masa  depan, salah satu penyebabnya yaitu sampah (Silooy, F & Pangkey, H, 2021).

Sampah adalah masalah besar bagi rumah dan lingkungan. Penyelesaian masalah sampah harus komprehensif dari hulu hingga hilir, dan semua pihak harus terlibat untuk mengatasi masalah sampah  (Mahyudin, 2017) dalam (Pasande, P., & Tari, E, 2021).

Sampah adalah masalah yang harus dipecahkan menjadi isu komunitas, regional, nasional dan internasional. Sesuai dengan pertumbuhan penduduk, kemajuan teknologi, dan gaya hidup. Hal ini berdampak pada peningkatan jumlah dan jenis  sampah yang semakin beragam menurut wilayah. Dalam upaya memecahkan masalah sampah yang menciptakan kualitas lingkungan yang bersih, hijau dan  ramah. Perubahan paradigma lingkungan dan pengelolaan sampah harus dilakukan sebagai berikut. Bagaimana menerapkan untuk mengurangi jumlah limbah yang dihasilkan di sumbernya. Pengurangan sampah melalui gerakan 3R (Reduce, Reuse, Recycle) partisipasi langsung dalam masyarakat (CLHC, 2012) dalam (Armadi, Ni Made, 2021).

Sampah rumah tangga berasal dari  pengolahan makanan, serta limbah dari tanaman di sekitar rumah. Pembuangan limbah yang benar jadikan lingkungan tempat tinggal terlihat indah dan buang sampah pada tempatnya. Kompos yang baik dibuat yang dapat digunakan untuk menyuburkan tanah  lingkungan akan menjadi lebih indah (Ningsih, A.T.R., & Siswati, L, 2021).

Pengelolaan sampah rumah tangga berbasis masyarakat melalui kegiatan 3R bertujuan untuk mengajarkan kemandirian warga sekitar dalam menjaga kebersihan lingkungan dengan tetap menjunjung tinggi prinsip pelibatan masyarakat, kemandirian, efisiensi, perlindungan dan inklusi lingkungan (Riswan dan Hadiyarto, 2011) dalam (Armadi, Ni Made, 2021).

Terdapat beberapa faktor yang menghambat sistem pengelolaan sampah adalah kepadatan dan persebaran penduduk, karakteristik lingkungan, sosial ekonomi, budaya dan sikap dan perilaku masyarakat. Pembuangan sampah memerlukan keterlibatan berbagai faktor pemangku kepentingan, dengan mempertimbangkan karakteristik sampah dan keberadaan sosial budaya (Sahil et al., 2016) dalam (Pasande, P., & Tari, E, 2021).

Pengelolaan sampah kota sebenarnya merupakan bagian dari proses rantai  tingkat rumah tangga dan tingkat rumah tangga. Metode penanganan yang diterapkan bertujuan untuk mengembangkan metode pembuangan sampah yang baik, dimulai dari lingkungan rumah. Sampah  dikumpulkan secara terpisah menurut sampah organik dan non-organik. Keterlibatan warga sekitar dalam bidang persampahan melibatkan keterlibatan dalam tanggung jawab pasif  dan aktif untuk menciptakan kebersihan bagi diri sendiri dan lingkungan, secara individu, dalam keluarga, kelompok dan masyarakat. Beberapa cara antara lain  mengurangi timbulan sampah melalui proses daur ulang sampah dan menggunakannya kembali  baik dengan fungsi yang sama maupun  berbeda. 

Salah satu contoh daur ulang sampah non organik menjadi sebuah karya celengan yang terbuat dari toples bekas sosis kimbo. Cara membuatnya pun sangat mudah jadi siapapun bisa mempraktekannya. karena saya tidak sempat untuk foto proses pembuatan jadi langkah-langkah pembuatan tidak akan disertai gambar. Berikut alat dan bahan beserta cara membuat celengan dari toples sosis kimbo :

Alat dan Bahan :

  1. Toples bekas
  2. Kertas Karton
  3. Kertas Emas
  4. Gunting
  5. Double Tip
  6. Bolpoin
Cara membuat : 
  1. Siapkan toples kimbo yang sudah tidak terpakai dan jangan buang tutupnya ya
  2. Lubangi tutup toples membentuk seperti lubang celangan pada umumnya
  3. Tambahkan kertas karton untuk melapisi bagian seluruh toples sesuaikan dengan ukuran toples ya, lalu tempelkan.
  4. Bisa ditambahahkan lagi untuk lapisan toples paling luar dengan kertas emas atau kertas warna apapun agar terlihat lebih lucu, sesuaikan dengan ukuran toples ya, lalu tempelkan
  5. Jadi deh






REFERENSI 

Armadi, Ni Made. 2021. Peran Serta Masyarakat dalam Pengelolan Sampah sebagai Kunci Keberhasilan dalam Mengelola Sampah. Jurnal Ilmu Sosial dan Ilmu Politik 35 (1), 9-24.

Ningsih, A.T.R., & Siswati, L. 2021. Pengolahan Sampah Rumah Tangga Menjadi Kompos di Kelurahan Labuh Baru Pekan Baru. Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat 5 (4), 974-978. 

Pasande, Purnama., & Tari, E. 2021. Daur Ulang Sampah di Desa Paisbuloli Sulawesi Tenggara. Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat 5 (1), 147-153. 

Silooy, F & Pangkey, H. 2021. Pengelolaan Sampah dan Pembuatan Pupuk Organik di Lingkungan II Kelurahan Pinaesaan Kecamatan Wenang Kota Manado Provinsi Sulawesi Utara. Jurnal Budidaya Perairan 9 (1), 45-48.

Utami, A. D & Alfi, M. 2021. Model Edukasi Bagi Ibu Rumah Tangga Dalam Mengelola Sampah di Kecamatan Koto Tangah. Jurnal Georafflesia 6 (2), 48-56.


Penulis





Psikologi Lingkungan A

Semester : Genap 2021/2022

Essay 1

Anggi Febriana Ardani 

 2019011011

Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa


Saat ini plastik menjadi bahan yang tidak dapat lepas dari kehidupan manusia, padahal plastik merupakan bahan yang memiliki jangka waktu yang lama untuk terurai di dalam tanah, dengan begitu kita perlu memanfaatkan benda yang sulit terurai tersebut menjadi sesuatu yang berharga. 

Banyak dampak negatif yang dihasilkan oleh sampah plastik yaitu seperti gangguan kesehatan, pencemaran lingkungan, dan lain sebagainya. Hal ini membuat banyak orang untuk melakukan berbagai macam cara untuk mengolah sampah plastik. Salah satu caranya yaitu membuat sampah plastik tersebut menjadi kerajinan yang bermanfaat, salah satu contohnya yaitu kerajinan tangan dari botol plastik bekas.

Pemanfaatan botol plastik bekas dapat menjadi berbagai macam bentuk hiasan yang menarik dan unik, tidak hanya bermanfaat sebagai hiasan mata tetapi juga dapat bermanfaat sebagai produk kebutuhan sehari-hari dan memiliki nilai jual. Dengan begitu masyarakat dapat menumbuh kembangkan kesadaran dan kepeduliannya atas pemanfaatan sampah plastik disekitarnya.

Botol plastik bekas ini tentunya dapat dibentuk dengan berbagai macam bentuk, untuk merubah botol plastik bekas menjadi sesuatu yang berharga dan bermanfaat tentunya memerlukan keuletan dan kreatifitas serta ide-ide kreatif. Melalui kerajinan tangan dari botol plastik bekas ini dapat mengasah ketrampilan dan jiwa seni seseorang sehingga barang yang dibuat dapat menarik perhatian yang melihatnya.

Dengan adanya kerajinan tangan menggunakan botol plastik bekas tentunya akan mengurangi sampah yang ada disekitar kita sehingga akan tercipta lingkungan yang bersih dan sehat.



Daftar Pustaka

Aediyansyah, Aad. (2018). Perancangan Sistem Informasi Pengajuan Daur Ulang Botol Bekas Berbasis Web. Jurnal Riset Informatika. 1(1). 11-16.

Mulyadinata, Rendi, dkk. ( 2021). Pembuatan Kerajinan Tangan Dari Daur Ulang Botol Plastik Bekas. Openjurnal.unpam.ac.id. 1(1). 211-217.


       Penulis 



Psikologi Lingkungan Pararel
Semester : Genap 2022
Essay 1
Galang Pangestu
2018011184
Fakultas Psikologi Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa
Yogyakarta


Pendahuluan

          Sampah merupakan musuh terbesar bagi lingkungan hidup karena zat kimia yang terdapat pada sampah dapat merusak ekologi, terutama sampah plastic dan Styrofoam yang mengandung zat kimia berupa dioksin. Menurut Sumingkrat (2002) kandungan dioksin yang terdapat pada sampah dapat menyebabkan penyakit berupa kanker jika terus-menerus masuk kedalam tubuh manusia.

Pengertian Lingkungan hidup adalah segala sesuatu yang ada di sekitar manusia yang memengaruhi perkembangan kehidupan manusia baik langsung maupun tidak langsung. Sedangkan menurut UU No. 23 Tahun 1997, kesatuan ruang dengan kesatuan benda dan kesatuan makhluk hidup termasuk di dalamnya manusia dan perilakunya yang melangsungkan kehidupan dan kesejahteraan manusia dan makhluk hidup lainnya, unsur Lingkungan hidup ada 2 biotik: makhluk hidup dan abiotik: tidak hidup. Sedangkan Ekologi adalah Ekologi adalah cabang ilmu biologi yang mempelajari interaksi antara makhluk hidup dengan makhluk hidup lain dan juga dengan lingkungan sekitarnya.

Sekolah merupakan tempat yang banyak menyumbangkan sampah sisa kegiatan sehari-hari seperti bekas jajanan di kantin yang dilakukan oleh siswa, guru atau warga sekolah yang membuat sampah-sampah disekolah menumpuk dan membuat ekologi lingkungan disekolah tersebut menjadi kurang sehat. Lingkungan hidup yang tidak terurus seperti sampah yang menumpuk disekolah, dapat membuat ekologi menjadi rusak di daerah sekolah tersebut sehingga udara segar menghilang karena zat kimia pada plastic sulit diuraikan dan bau sampah plastik dapat mencemarkan udara yang berdampak kepada kesehatan siswa yang bersekolah ditempat tersebut.





Pembahasan

Persoalannya adalah apakah mungkin perilaku Heirarki Sampah yaitu 3R (reduce, reuse, recycle) dapat dilakukan di lingkungan sekolah SD/SMP/SMA?. Menurut penelitian Wahyuni Purnami (2020) menjelaskan kegiatan dalam menumbuhkan kesadaran pada diri siswa dilakukan melalui kegiatan pembelajaran yang menyenangkan baik dengan media film yang berkaitan dengan sampah, bernyanyi bersama tentang sampah maupun permainan mengenai sampah. Upaya menanamkan kesadaran melalui pengetahuan tentang sampah dengan cara yang menyenangkan serta memberikan contohnya:





-Reduce (mengurangi):

1. mengurangi penggunaan plastic sebagai wadah jajan dengan cara membawa tumbler makanan/minuman yang direkomendasikan memiliki Code Plastic Code Plastic 5 PP (Polypropylene), yang biasanya terlihat dibagian bawah suatu barang.

2. makan tanpa menggunakan sendok plastik dan minum tanpa menggunakan sedotan plastik.


-Reuse (menggunakan kembali):

1. pada musim hujan kebanyakan siswa menggunakan kantong plastic untuk membungkus tas, buku, sepatu, dll. Plastik tersebut supaya digunakan kembali dengan cara mencuci nya setelah digunakan untuk membungkus barang-barang sehingga tidak perlu menggunakan banyak kantong plastik lagi.

2. menggunakan botol plastik bekas minuman untuk media menanam tumbuhan.


-Recycle (mendaur ulang):

1. membuat kerajinan tangan dari sampah-sampah disekitar sekolah

2. membuat program daur ulang sampah kertas bekas menjadi kertas kembali



Kesimpulan

Perilaku 3R atau yang dikenal Hierarki Sampah dapat dilakukan disekolah SD/SMP/SMA dengan cara menumbuh kan kesadaran tentang pentingnya menjaga lingkungan di sekolah dan dampak sampah melalui kegiatan-kegiatan yang menarik bagi kalangan siswa-siswa sekolah, terutama guru-guru di sekolah yang menjadi pamong harus mencontohkan cara menjaga lingkungan di tempat nya mengajar.


Daftar Pustaka

Sumingkrat., (2002). Terbentuknya Dioksin Akibat Reaksi Kimia Pada Proses Pembakaran Dan Dampaknya Bagi Manusia. Buletin Penelitian. 24(1).


Purnami, W.. (2020). Pengelolaan Sampah Di Lingkungan Sekolah Untuk Meningkatkan Kesadaran Ekologi Siswa. STKIP Santu Paulus Ruteng. Jurnal Pendidikan IPA. 9(2), 119-125.

Undang-undang RI Nomor 23 Tahun 1997 Tentang Lingkungan Hidup.


Penulis



Postingan Lebih Baru Postingan Lama Beranda

UST MENULIS

UST MENULIS

ABOUT ME

Blogsite ini merupakan salah satu media untuk dosen, mahasiswa, civitas akademika, maupun masyarakat umum dalam mempublikasikan karya tulisannya. Semoga bermanfaat dan meningkat peminatnya. Salam, Sukses Selalu.

SUBSCRIBE & FOLLOW

Subscribe Us

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.

Featured Post

KEPIMPINAN NICCOLO MACHIAVELLI

  UJIAN AKHIR PSIKOLOGI SOSIAL 2 SEMESTER GANJIL 2022/2023 DOSEN PENGAMPU : Arundati Shinta ARSENIUS REINHART SUROS 2021011094    ...

Labels

  • 2016011126 1
  • 2017011165 7
  • 2018011173 3
  • 2021011004 Erwin Prabowo 2
  • 2021011048 Aprilia Nita Ningrum 3
  • 2021011049 nuril latifatuz zahroh 2
  • 2021011055 Rahmad Alam 4
  • 2021011062 steven aldodi stevano 4
  • 2021011080 Widyaningrum Pramesti 5
  • 2021011101 Muhammad Angga Pratama Putra 5
  • Abdul Basith 2017011150 6
  • abu masroh 1
  • Agung Tri 5
  • Ahmad Ramadhan Ginting 2021011103 4
  • Alda Azahra'2021011036 5
  • Amaru Nuki (2019011007) 1
  • ANNISA MIFTAH KHAIRUL 'AUNI 2019011003 3
  • ANNISA MIFTAH KHAIRUL "AUNI 2019011003 4
  • Arundati Shinta 2
  • Before and After 1
  • berbagi rezeki 1
  • berkebun 1
  • Christian Kevin Adiyatma Rasendriya 2019011006 2
  • cinta lingkungan 1
  • Clara Selu 1
  • Damar Syifa Rahmanto AJi 2019011089 6
  • Dea Verananda Siallagan (2021011082) 3
  • Deajeng Grendista (2019011065) 6
  • Devi nova priyanti (2019011131) 5
  • Dyah Ayu Perwita Sari 2019011149 7
  • ekonomi sirkular 1
  • Fadila Perwitasari/2019011099 7
  • Fahmi Anwar 4
  • Faizal Aria Pamungkas 2018011109 Psikologi Lingkungan Paralel 5
  • generasi milenial 2
  • Inarotur Rizqiyah 1
  • Indrajat Syahru Ramadhan 201901111 5
  • insanul afdal nim 2018011147 5
  • Irhaz Sabila Ramdana (201901172) 6
  • Jesseica Ray 2019011082 1
  • Karunia Kalifah wijaya 7
  • Konita Ariakne (2018011068) 1
  • kucing jalanan 1
  • limbah makanan 1
  • maulana malik 2018011135 5
  • menjaga lingkungan 1
  • Muhammad Fauzan Ajun Pratama 5
  • Muhammad Fernanda Wijaya - 2019011125 7
  • Muhammad Maftuh (2021011077) 2
  • Muhammad Rizki apriyandi 2019011160 4
  • Muthi'ah Muliana/2018011096 6
  • Nabila Alfarabi - 2019011013 7
  • Nama : Alisha Septiani Karoror 3
  • Nurrokhman Danang Hadiwijoyo 6
  • Nurul Pratiwi Tahir_2019011088 3
  • Nurul Wafiqah Deu 3
  • pandemi covid 19 1
  • peluang usaha 2
  • Plogging 1
  • Prestasi 1
  • pro-lingkungan 1
  • Psikologi Lingkungan 29
  • Rizky Maulana Putra 5
  • Sampah 1
  • sampah rumah tangga 1
  • Sekolah Alam 1
  • street feeding 1
  • Theresia Windiya Pratama_2019011002 4
  • Theresia Windiya Pratama-2019011002 3
  • Tisa Eritantia 2019011173 7
  • UTS_Indrajat Syahru 1
  • Wahyuni Rahmawatul Hasanah 2018011079 3
  • Yuli Priansah 6
  • yusuf priyana 2019011119 1
  • Zukhruf Kalyana M 7

Arsip Blog

  • Desember 2022 (50)
  • November 2022 (5)
  • Oktober 2022 (72)
  • Juni 2022 (142)
  • Mei 2022 (25)
  • April 2022 (90)
  • Maret 2022 (72)
  • Februari 2022 (60)
  • Juni 2021 (71)
  • Mei 2021 (4)
  • April 2021 (87)
  • Maret 2021 (11)
  • Februari 2021 (1)

Ad Code

Responsive Advertisement

Popular Posts

  • KEPIMPINAN NICCOLO MACHIAVELLI
  • MACHIAVELLI
  • PENYEBAB DAN SOLUSI KETIDAKPATUHAN MASYARAKAT DI MASA PANDEMI
  • Pemanfaatan Air Cucian Beras Sebagai Pupuk Organik Cair

Total Tayangan Halaman

Translate

Ad Space

Responsive Advertisement

Cari Blog Ini

Langganan

Postingan
Atom
Postingan
Semua Komentar
Atom
Semua Komentar

Advertisement

Designed by OddThemes | Distributed By Gooyaabi Template