Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa Menulis

Blogsite ini merupakan salah satu media untuk dosen, mahasiswa, civitas akademika, maupun masyarakat umum dalam mempublikasikan karya tulisannya. Semoga bermanfaat dan meningkat peminatnya. Salam, Sukses Selalu.

  • Home
  • Download
  • Social
  • Features
    • Lifestyle
    • Sports Group
      • Category 1
      • Category 2
      • Category 3
      • Category 4
      • Category 5
    • Sub Menu 3
    • Sub Menu 4
  • Contact Us

 

Ujian Tengah Semester Psikologi Lingkungan Semester Genap 2020/2021

Dosen Pengampu: Arundati Shinta

Yuli Priansah

2018011161

Fakultas Psikologi

Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa 

Yogyakarta 


Foto:  Embung di Desa Sidamulya Kabupaten Kuningan

 

Seperti yang kita tahu, air bukan hanya benda mati untuk kita minum dan membersihkan diri. Perannya jauh lebih besar dari yang kita sadari, pun karenanya semua makhluk bisa bertahan hidup tanpa terkecuali. Makanan pokok yang kita makan berasal dari lahan pertanian yang tumbuh dengan baik karena air, oleh karena itu air menjadi salah satu sumber kehidupan utama yang hingga kini harus dilestarikan sepenuh hati. Tidak seperti musim hujan di mana air menjadi berlimpah, pada musim kemarau panjang jumlah atau debit air menyusut dan berkurang, sehingga mengakibatkan kekurangan pasokan air untuk berbagai keperluan dan menyebabkan kekeringan. Dampak ini secara tidak langsung terasa secara beruntun mulai dari petani hingga kita sebagai konsumen.

Berbagai macam upaya untuk mengembalikan kondisi sumber daya air seperti semula harus dilakukan, paling tidak dapat memperlambat laju kerusakannya. Upaya yang dilakukan bisa dengan metode struktural dan non struktural, metode struktural seperti pengelolaan jaringan irigasi dan air baku, sedangkan metode non struktural seperti penghijauan dan pengaturan tata guna lahan.

Salah satu Kabupaten yang rata-rata penduduknya bermata pencaharian sebagai petani adalah Kabupaten Kuningan. Topografi Kabupaten Kuningan cukup bervariasi, mulai dari dataran rendah sampai dengan pegunungan dengan puncak tertinggi berada di gunung Ciremai, serta data dari ketenagakerjaan Kabupaten Kuningan tahun 2016 yang menyatakan bahwa banyak-nya masyarakat yang bekerja sebagai petani adalah 89.975 (laki-laki) dan 62.530 (perempuan).  Mengingat banyak-nya lahan pertanian tentu membutuhkan saluran irigasi yang baik, Kabupaten Kuningan sendiri memiliki beberapa alternatif untuk irigasi seperti; situ/embung, bendung tetap, bendung gerak, pompa, dan pengambilan bebas (bappeda.jabarprov.go.id).

Di Desa Sidamulya Kabupaten Kuningan mengandalkan embung untuk saluran irigasinya, meskipun di beberapa titik juga melakukan pengambilan bebas. Apa itu embung? Embung adalah bangunan konservasi air berbentuk cekungan di sungai atau aliran air berupa urugan tanah, urugan batu, beton dan/atau pasangan batu yang dapat menahan dan menampung air untuk berbagai keperluan. Wiradnyana (dalam Bria (2017) mengemukakan bahwa agar sistem dari tampungan air seperti embung berkelanjutan, maka partisipasi dari masyarakat pengguna air dalam operasi dan pemeliharaan sangat diperlukan. Terdapat pemeliharaan pencegahan dan perbaikan yang bisa dilakukan. Dalam pencegahan, pemeliharaan dilakukan untuk mencegah terjadinya kerusakan dan kemunduran fungsi bangunan, sedangkan dalam pemeliharaan perbaikan bertujuan untuk mengembalikan kondisi dan fungsi bangunan seperti semula.

Berbagai cara akan selalu ada untuk mengatasi kekurangan air, yang diperlukan hanyalah rasa peka, gotong royong dan mau bekerja sama dari masyarakat dan pemerintah untuk meningkatkan kesejahteraan bersama. Tidak cukup hanya sampai cara itu dibangun dan diwujudkan, akan tetapi melibatkan pemeliharaan seksama agar terus berkelanjutan.


Daftar Pustaka

Bappeda.jabarprov.go.id. 2019. Rancangan Awal Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah Periode 2018-2023 Kabupaten Kuningan. http://bappeda.jabarprov.go.id/wp-content/uploads/2019/01/Ranwal-RPJMD-2018-2023-Kab.-Kuningan.pdf. Di akses tanggal 23 maret 2021

Bria, Melchior, dkk. 2017. Analisis Kriteria untuk Perencanaan Program Pemeliharaan Embung Irigasi (Studi Kasus: Embung Haliwen dan Haekrit Kabupaten Belu). Jurnal Teknik Sipil dan Perencanaan. Vol. 19 no. 2. Hal. 83-89



 

                                                   Oleh : Muhammad Nur Sidiq

                                                              2018011142

                                                   Dosen : Arundati Shinta

FAKULTAS PSIKOLOGI UNIVERSITAS SARJANAWIYATA TAMANSISWA YOGYAKARTA

       Air adalah sumber kehidupan dari segala makhluk hidup yang ada di muka bumi ini, terutama bagi manusia untuk menunjang kehidupan dari segala bidang, termasuk dalam pertanian, untuk mengairi ladang dan sawah.

       Ketahanan air adalah ketersediaan air secara kuantitas dan kualitas untuk kesehatan, kehidupan, ekosistem, dan produksi, serta tingkat resiko terkait air yang dapat diterima oleh manusia, lingkungan dan ekonomi (Grey & Sadoff, 2007).

    

                                  (sumber foto : ig @pemakantumbuhann)          

    Dalam rangka lomba foto memperingati hari air sedunia, foto di atas memperlihatkan suatu aktifitas petani yang sedang mencari pakan untuk ternaknya, dalam foto tersebut memperlihatkan pentingnya fungsi air dalam kegiatan bertani, air yang ada dalam telaga tersebut di manfaatkan untuk mengairi ladang atau sawah para petani yang berada di sekitarnya, setiap musim penghujan air di telaga selalu penuh, namun jika terjadi hujan yang sangat lebat air dapat meluap dan menyebabkan kerugian bagi para petani karena tanaman yang di tanam terendam air dan mati, dan sampai saat ini belum ada upaya berarti untuk menanggulangi hal tersebut, namun jika debit hujan tidak terlalu besar maka tidak akan terjadi peluapan air dan dapat di manfaatkan para petani untuk kebutuhan mereka.

       Selain untuk pengairan di sawah, di telaga yang memiliki nama Sureng ini juga di manfaatkan oleh Karangtaruna pemuda dari desa setempat dengan menaburi berbagai macam bibit ikan untuk ke untungan warga desa setempat, dan orang dari luar desa tersebut di larang untuk memancing ikan tersebut, kecuali membayarkan sejumlah uang yang sudah di sepakati oleh Karangtaruna desa tersebut, dan ssetiap musim kemarau panjang air dari telaga ini berangsur-angsur surut dan mengering, jadi setiap awal atau pertengahan musim kemarau, saat debit air sudah sedikit akan di gelar suatu tradisi dari desa setempat yaitu unduh-unduh, yaitu suatu kegiatan warga desa setempat menangkap ikan menggunakan alat seperti jaring, dari yang kecil maupun yang besar.

     Dalam kegiatan unduh-unduh ini peserta dari desa setempat di bebaskan untuk membayar atau gratis, namun jika ada orang dari luar desa setempat di wajibkan membayar sebesar Rp. 10.000, karena saat unduh-unduh ini bibit ikan yang dulu di sebar sudah menjadi besar dan berkembang biak, maka semua warga yang mengikuti kegiatan ini di pastikan mendapatkan hasil yang mencukupi, dan warga desa setempat pun tidak pernah mengotori seperti membuang sampah, dan mencemari air di telaga ini, semoga di daerah lain pun menjaga dan merawat sumber air di tempatnya karena air adalah sumber kehidupan bagi seluruh makhluk hidup di muka bumi ini, tanpa air kehidupan tidak akan berjalan dan akan musnah.

      Manusia sangat bergantung terhadap air, maka sudah seharusnya kita menjaga kelestarian dari air kita agar  dapat kita manfaatkan dan bermanfaat bagi makhluk hidup lainnya, stop mencemari air dan membuang sampah ke sungai-sungai atau selokan, di mulai dari kesadaran kita sendiri melalui hal-hal kecil seperti tidak membungan sampah makanan ringan, dan menghemat air yang kita gunakan.


daftar pustaka

Grey, D., & Sadoff, C. W. (2007). Sink or Swim? Water security for growth and development, Water                  policy, 9(6), 545 - 571. https://doi.org/10.2166/wp.2007.021


 

Tugas Psikologi Lingkungan Semester Genap 2020/2021

Dosen Pengampu : Arundati Shinta

Oleh : Muthi’ah Muliana/2018011096/Fakultas Psikologi Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa


Pandemi covid-19 yang pertama kali muncul di Indonesia pada bulan maret 2020 hingga saat ini, menyebabkan seluruh masyarakat Indonesia harus melakukan aktivitas dirumah. Pasalnya hingga saat ini, kasus terkonfirmasi covid-19 di Indonesia telah mencapai 1.517.854 kasus (Satgas Penanganan Covid-19, 2021). Semenjak munculnya kasus covid di Indonesia, Badan Nasional Penanggulangan Bencana mengeluarkan surat keputusan Nomor 13 A Tahun 2020. Tidak hanya BNPB, Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan juga mengeluarkan surat edaran Nomor: 36962/MPK.A/HK/2020 tentang pembelajaran daring dan bekerja dari rumah dalam rangka pencegahan penyebaran Corona Virus Disease (COVID-19).

Dikeluarkannya surat edaran WFH tentunya menjadikan masyarakat harus beradaptasi dengan kebiasaan baru, dan dapat dilihat sejak awal bahwa memang masyarakat indonesia sulit apabila harus berdiam diri dirumah. Hal tersebut adalah hal yang wajar karena untuk beradaptasi kita memerlukan waktu yang cukup lama, dan bukan hal yang mudah. Apalagi kita masyarakat Indonesia terbiasa kesana kemari tanpa batasan, mengeksplorasi apapun yang kita mau, bergerak aktif, dan tiba-tiba diminta untuk berdiam diri dirumah. Hal tersebut tentunya akan memunculkan rasa bosan didalam diri masyarakat Indonesia, khususnya bagi siswa dan mahasiswa. Rasa bosan tersebut muncul dikarenakan kurangnya stimulus yang didapatkan oleh masyarakat. Misalnya ketika kita berada diluar rumah, kita bisa berbagi cerita ataupun pergi kesuatu tempat bersama teman yang berbeda setiap harinya, Sedangkan ketika kita beraktifitas dirumah, kita hanya bertemu anggota keluarga dan itu terjadi berhari-hari bahkan berbuan-bulan.

Dengan munculnya rasa bosan tersebut diharapkan kita dapat mengatasinya dengan cara kita masing-masing. Salah satu caranya bisa dengan memanfaatkan hari libur untuk bermain diluar rumah. Tidak perlu pergi terlalu jauh dari rumah, misalnya saja berjalan kaki disekitar rumah sehabis solat subuh. Mengajak anak bermain diluar rumah, pemberian dukungan psikologis, mengajak anak rekreasi pada hari libur mampu memberikan efek relaksasi dan mengatasi kebosanan anak (Agusriani & Fauziddin, 2021). Selain itu, kita juga dapat mengurangi rasa bosan dengan mengembangkan hobi kita. Misalnya suka menonton film, pada saat memiliki waktu luang atau merasa bosan, kita bisa menggunakannya untuk menonton film. Atau misalnya suka memasak, kita bisa memanfaatkannya untuk mencoba resep-resep baru.

 

Daftar Pustaka

Agusriani, Ade., & Fauziddin, Mohammad. (2021). Strategi Orang Tua Mengatasi Kejenuhan Anak Belajar dari Rumah Selama Pandemi Covid-19. Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, Vol 5, No 2. doi:10.31004/obsesiv5i2.961.

Kemendikbud. (2020). SE Mendikbud: Pembelajaran secara Daring dan Bekerja dari Rumah untuk Mencegah Penyebaran Covid-19. Jakarta: Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan.

BNPB. (2020). Keputusan Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana Nomor 13 A Tahun 2020 Tentang Perpanjangan Status Keadaan Tertentu Darurat Bencana Wabah Penyakit Akibat Virus Corona Di Indonesia. Jakarta: Badan Nasional Penanggulangan Bencana.

Satuan Tugas Penanganan Covid-19. (2021). Data Sebaran. https://covid19.go.id/

 

Penulis

 

 

Abdul Basith

Persepsi Generasi Milenial terhadap Lingkungan

Maret 02, 2021

 

MARI CIPTAKAN LINGKUNGAN BERSIH DAN SEHAT !!!

Abdul Basith

Fakultas Psikologi Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa

Yogyakarta

 



                                 
        
 Generasi milenial- didefinisikan sebagai generasi yang lahir   sekitar 1980 hingga akhir 1990an generasi yang       menyenangkan untuk dibenci, mungkin banyak karakteristik   yang kita pakai untuk mencap kaum milenial, bukanlah hal   yang khas untuk generasi ini, mungkin karakteristik itu   spesifik dipakai untuk anak muda dari generasi manapun.
 Mereka juga mempunyai keunikan istilah mager adalah   istilah gaul yang merupakan singkatan dari 'Males gerak.

Mager bahkan sudah masuk dalam KBBI, lho. Menurut KBBI mager berarti malas (ber)gerak; enggan atau sedang tidak bersemangat untuk melakukan aktivitas. Mager menggambarkan seseorang yang enggan atau tidak bersemangat melakukan aktivitas apapun. Orang yang mager bisanya malas untuk bergerak dan tidak ingin melakukan apapun. Mereka punya persepsi sangat bagus, pengetahuan luas tentang lingkungan hidup.

 

 

 Hal yang unik adalah mereka mager untuk melakukan hal-hal sederhana seperti mengurangi belanja, menggunakan kembali barang-barang, dan mendaur ulang barang2. Ini disebut perilaku 2R. Namun di sisi lain, mereka gencar di media sosial untuk menggelorakan semangat pro-lingkungan hidup. Contohnya, gerakan Green Peace. Semangatnya menggelora. Isinya adalah anak-anak muda mahasiswa. Hebat. Perilakunya sehari-hari mungkin saja tidak pro-lingkungan hidup. Mengapa ini terjadi? Apakah persepsi tidak ada hubungannya dengan perilaku?


vandalisme


 

Persoalan yang berhubungan pro-lingkungan di media sosial dengan generasi milenial memiliki peran besar mengatasi masalah sampah yang menjadi momok di masa depan. Mereka yang hidup di era digital ini mudah memberikan pengaruh untuk melakoni suatu perubahan, ini yang menjadi alasan Kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) mendorong kaum milenial membangun kultur baru minim sampah dalam keseharian mereka. “membangun gaya hidup, misalnya bawa kantong belanja, tidak menggunakan sedotan plastik, mendaur ulang sampah, gaya-gaya lifestyle yang minim sampah seperti perilaku 2R”, populasi milenial saat ini cukup signifikan dengan gaya hidup yang cepat beradaptasi misalnya tren minum di coffe shop tidak menggunakan sedotan plastik di berbagai kafe di kota besar, seperti Jakarta, sudah banyak yang tidak menyediakan sedotan, kantong plastik.

 

 

Mereka adalah pewaris negeri di masa mendatang dengan gaya hidup seperti itu mereka akan menikmati masa depan yang lebih baik tentunya, kultur seperti ini sangat penting berdampak 20 atau 30 tahun mendatang, masalah sampah sudah menjadi keharusan semua pihak untuk mulai menguranginya, saya mendukung gerakan pro-lingkung, lingungan yang bersih itu enak dilihat dan sehat. Mungkin diluar sana masih ada yang berprilaku kurang pro-lingkungan walaupun dimedia sosial menggelorakan semangat pro-lingungan itu kepedualian dari diri sendiri.

 

 

Jadi pada dasarnya, milenial sama seperti generasi lainnya pada usia mereka hanya sedikit berbeda lebih global mungkin lebih beragam, lebih progresif, miskin pastinya. Tapi apakah mereka kelompok monster yang unik yang pantas dibenci ? saya tidak yakin, yang terbaik mengajak mereka dan mari menciptakan lingkungan bersih dan sehat

 

 

Daftar pustaka

Amanda Ruggeri. (2017). What everyone gets wrong about ‘millennial snowflakes’. BBC Capital. December 21.


 Abdul Basith

URBAN FARMING JAKARTA SELATAN

Jum’at, 12 maret 2021

MARI CIPTAKAN LINGKUNGAN BERSIH DAN SEHAT !!!

Abdul Basith 2017011150

Fakultas Psikologi Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa

Yogyakarta

 

Berawal dari hobi Bapa Sholeh yang melakukan pertanian perkotaan atau marak dikenal urban farming.

Awalnya karna seneng ngeliat tanaman adem enak dilihat, lalu nyoba nanem otodidak di halaman rumah  malah jadi hobi terus saking banyak jenisnya jadilah lahan pertanian,  ada juga yang seneng nanem ibu-ibu tangga rumah kita sharing-sharing ngobrolin tanaman dan sayur-sayuran untuk referensi merawatnya. Prinsip saya buat orang-orang yang ingin melakukan pertanian perkotaan atau uraban farming bisa aja dilakukan asal kita mau dan kita tersedia lahan yang dimaksud lahan ya seperti atap rumah atau halaman dan tembok-temmbok bisa dijadiin lahan. 


Saya juga kemaren nyoba-nyoba kaya cabe, tomat gagal mulu belum tahu ilmunya tuh yang itu. Saya pengen tuh kalo di depan banyak cabe kan enak mas buat masak indomie tinggal ambil praktis. terus kebutuhan sayuran yang kita tanam sendiri bisa lebih sehat karena kita ngga pakai bahan kimia atau segala macam, paling untuk tanah kita bisa beli terus di kembangin lagi ada benih tumbuh bijinya pecah dan keluar kecambah sekitar 2-3 hari tergantung jenis sayurannya sampe tumbuh sampe daunya 4 sampe 5 itu tanaman udah siap dipindahin kelahat supaya banyak, kadang-kadang ada juga yang nanya bang ini dijual apa ngga ?  padahal saya ngga jualan ngga promosi. Kemaren juga ada tamu bang ini di jual ? karena kasihan ya mau gimana lagi, bilang  harga setandar gitu aja. Ini juga didorong keadaan covid 19 selain membuat kita susah membuat kita lebih kreatif kalo apa yang kita pelajarin ini ada manfaatnya suatu hari. Apalagi sekarang, ngga bisa keluar kita bisa manfaatin ini, hidup kita lebih sehat, sudah pasti lingkungan lebih hijau.

 

 Bapa sholeh sendiri sadar lahan yang beliau punya itu ngga luas sekitar 10X4, 3X7 meter kepengen nyoba ini kepengen nyoba itu akhirnya tanamannya jadi banyak , sedangkan kalo jenisnya banyak hasilnyakan ngga bisa banyak. Bertani itu ternyata mudah tinggal komitmen seperti nyiram pagi, sore karna ngga mungkin tanaman yang kita punya itu bisa subur dan segala macem kalo ngga disiram.




Bapa sholeh mengedukasi pertanian atau urban farming baru sekedar dilingkungan saja di kompleknya saja belum luas, bapa RT juga mendukung penghijaun alhamdulilah, namanya tinggal di hidup daerah kan ngga mungkin hidup sendiri, jadi pengen juga lingkungan kaya gini penghijauan ada di sekitar kita, sesuatu yang bermanfaat bagi lingkungan sekitar khususnya dan lingkungan yang lebih luas pada umumnya, kita belajar bertani secara organik khususnya bertani di perkotaan, biasanya kita bertanikan di pedesaan, asalnya juga saya bukan petani saya belajarnya komunikasi bisnis yang lainnya kemudian ko tiba-tiba jadi petani karna kita belajar, kadang-kandang ada yang seneng karena faktor lahan juga ngga ada. Ada aja yang nanya beberapa orang sebagian sih. Sekarangkan lahan itu susah sebenarnya banyak yang hobi. Saya juga sebetulnya kaya ibu-ibu tuh kaya ada lahan dikit kalo dia manfaatin bener-benersih kaya cabe yang bermanfaat kaya itumah bisa apamungkin ibu-ibu pengetahuan cara menanamnya kurang atau  mau instan beli di pasar karena kebutuhannya sayurannya banyak.

                                                                                Oleh:

                                                                        Agung Panrimo

                                                                         2018011177

                                                                    Dosen: Aundati Shinta

    FAKULTAS PSIKOLOGI UNIVERSITAS SARJANAWIYATA TAMANSISWA YOGYAKARTA


  assalamu'alaikum,... salam dan bahagia.    

          Pengelolaan air berperan sangat penting dan merupakan salah satu kunci keberhasilan peningkatan produksi padi di lahan sawah khususnya di daerah desa paingan, maguwoharjo, sleman. produksi padi sawah akan menurun jika tanaman padi menderita cekaman air (water strees) gejala umum akibat kekurangan air antara lain daun padi menggulung, daun terbakar, anakan padi berkurang, tanaman kerdil, pembungaan tertunda, dan biji hampa.

        Tanaman padi membutuhkan air yang volumenya berbeda dalam setiap fase pertumbuhannya. variasi kebutuhannya tergantung juga dengan kebutuhan varietas padi pada pengelolaan lahan sawah. pengaturan air untuk sistem mina padi berbeda dengan sawah tampa ikan. oleh karna itu kebutuhan tanaman padi sawah mencangkup perhitungan air yang masuk dan keluar dari lahan sawah. air dipetakan sawah dapat bertambah karena turun hujan. pada tanaman  padi ini terdapat tiga fase pertumbuhan yaitu fase vegetatif (0-60 hari) fase generatif (60-90) dan fase pemasakan (90-120 hari).

        Untuk mengetahui kebutuhan air yang harus disediakan, para petani khususnya warga yang memiliki sawah di desa paingan, maguwoharjo ini bergotong royong membuat aliran air atau yang biasanya disebut dengan irigasi yang mendukung lahan pertanian warga paingan maguwoharjo. oleh sebab itu agar penggunaan air irigasi lebih efisien dan efektif, maka sangat penting mengetahui pemakaian air konsumtif tanaman. variasi kehilangan air yang paling sering diamati berkisar antara 6-10 mm/hari (yoshida 1981).

        Di indosnesia terdapat kurang lebih 5 juta sawah beririgasi, seperti halnya di desa paingan maguwoharjo. penggunaan air terbesar 85% sawah beririgasi masih di hadapkan kepada masalah efisiensi, yang disebabkan oleh kehilangan air selama proses penyaluran air irigasi dan selama proses pemakain. maka dari itu kelompok tani desa paingan maguwoharjo menyaipkan program pembuatan bendungan dan melakukan kegiatan gotong royong setiap minggu 1x guna untuk membersihkan irigasi-irigasi yang tersumbat dan banyaknya orang membuang limbah ke irigasi.

        Air merupakan zat yang sangat penting dibutuhkan oleh makhluk hidup, baik manusia, hewan, maupun tumbuhan. ayo jaga air "dari kita untuk kita". 

trimakasih... salam.


daftar pustaka.

Yoshida,S. 1981. fundamentals of rice crop science. IRRI. los banos, laguna, philipines.p269.

abu masroh

2018011141

 lingkungan hidup merupakan sebuah biosfer kehidupan manusia, masalah lingkungan ini terjadi sebenarnya di sebabkan oleh manusia yang tidak bertanggungjawab terhadap masa depan, adabeberapa hal yang terjadi tentang masalah lingkungan yang rusak salah satunya menurut pendapat pribadi adalah kurangnya etika atu kesadaran terhadap kepedulian lingkungan, sifat demikian timbul dan muncul dari sifat dasar manusia sebagai mahluk biologis. ada ahli yang menyatakan yaitu menurut chiras, setiap mahluk biologis memiliki sifat dasar "biological imerialism" artinya manusia memiliki sifat yang mau hidup untuk dirinya sendiri 



sumber IG @abu_masroh

air terjun curug padaherang jawa barat merupakan daya tarik wisatawan alam yang bisa dikenal dengan air terjun curug geriris, karena bentuknya yang menyerupai gergaji memanjang dan memiliki tingkat ketinggan 12 meter, daya tarik wisatawan terhadap air terjun ini karena dikelilingi bebatuan alam dan kawasan perkebunan karet penduduk sehingga menjadikan daya tarik wisata ini indah dan menyenangkan bagi wisatawan yang berkunjung. 

fenomenma yang ada di objek wisata air terjun gerigis saat ini adalah bahwa kondisi dari objek wisata itu sendiri yang menjadi sumber masalah, terutama dalam faktor kebersihan. karena tidak asing lagi apabila berkunjung ke objek wisata dan menemukan sampah yang berserakan, baik itu sampah plastik, bungkus makanan, bahkan banyak juga sampah yang berbahan logam. hal ini sebenarnya merupakan hal yang sangat kita sayangkan, karena muingkin salah satu faktor penyebabnya adalah minimnya tingkat kesadaran dari pengunjung tentang kebersihan 

"jadilah seperti gajah yang mati meninggalkan gading (kebaikan), bukan seperti harimau yang mati meninggalkan belalang (keburukan). dimanapun posisi kita berada perbuatlah kebaikan, selalu menjaga dan melestarikan lingkungan supaya anak dan cucu kita kelak tidak melihat banyaknya  keburukan, "


salah satu cara agar alam tetap lestari tanpa sampah adalah meningkatkan kesadaran dan kepedulian masyarakat untuk menjaga lingkungan dengan cara membiasakan diri dengan hal-hal yang kecil, seperti mengutip sampah yang berserakan dan membuang pada tempatnya, juga mengurangi bahan plastik yang tidak dapat terurai dengan cepat. 


Postingan Lebih Baru Postingan Lama Beranda

UST MENULIS

UST MENULIS

ABOUT ME

Blogsite ini merupakan salah satu media untuk dosen, mahasiswa, civitas akademika, maupun masyarakat umum dalam mempublikasikan karya tulisannya. Semoga bermanfaat dan meningkat peminatnya. Salam, Sukses Selalu.

SUBSCRIBE & FOLLOW

Subscribe Us

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.

Featured Post

KEPIMPINAN NICCOLO MACHIAVELLI

  UJIAN AKHIR PSIKOLOGI SOSIAL 2 SEMESTER GANJIL 2022/2023 DOSEN PENGAMPU : Arundati Shinta ARSENIUS REINHART SUROS 2021011094    ...

Labels

  • 2016011126 1
  • 2017011165 7
  • 2018011173 3
  • 2021011004 Erwin Prabowo 2
  • 2021011048 Aprilia Nita Ningrum 3
  • 2021011049 nuril latifatuz zahroh 2
  • 2021011055 Rahmad Alam 4
  • 2021011062 steven aldodi stevano 4
  • 2021011080 Widyaningrum Pramesti 5
  • 2021011101 Muhammad Angga Pratama Putra 5
  • Abdul Basith 2017011150 6
  • abu masroh 1
  • Agung Tri 5
  • Ahmad Ramadhan Ginting 2021011103 4
  • Alda Azahra'2021011036 5
  • Amaru Nuki (2019011007) 1
  • ANNISA MIFTAH KHAIRUL 'AUNI 2019011003 3
  • ANNISA MIFTAH KHAIRUL "AUNI 2019011003 4
  • Arundati Shinta 2
  • Before and After 1
  • berbagi rezeki 1
  • berkebun 1
  • Christian Kevin Adiyatma Rasendriya 2019011006 2
  • cinta lingkungan 1
  • Clara Selu 1
  • Damar Syifa Rahmanto AJi 2019011089 6
  • Dea Verananda Siallagan (2021011082) 3
  • Deajeng Grendista (2019011065) 6
  • Devi nova priyanti (2019011131) 5
  • Dyah Ayu Perwita Sari 2019011149 7
  • ekonomi sirkular 1
  • Fadila Perwitasari/2019011099 7
  • Fahmi Anwar 4
  • Faizal Aria Pamungkas 2018011109 Psikologi Lingkungan Paralel 5
  • generasi milenial 2
  • Inarotur Rizqiyah 1
  • Indrajat Syahru Ramadhan 201901111 5
  • insanul afdal nim 2018011147 5
  • Irhaz Sabila Ramdana (201901172) 6
  • Jesseica Ray 2019011082 1
  • Karunia Kalifah wijaya 7
  • Konita Ariakne (2018011068) 1
  • kucing jalanan 1
  • limbah makanan 1
  • maulana malik 2018011135 5
  • menjaga lingkungan 1
  • Muhammad Fauzan Ajun Pratama 5
  • Muhammad Fernanda Wijaya - 2019011125 7
  • Muhammad Maftuh (2021011077) 2
  • Muhammad Rizki apriyandi 2019011160 4
  • Muthi'ah Muliana/2018011096 6
  • Nabila Alfarabi - 2019011013 7
  • Nama : Alisha Septiani Karoror 3
  • Nurrokhman Danang Hadiwijoyo 6
  • Nurul Pratiwi Tahir_2019011088 3
  • Nurul Wafiqah Deu 3
  • pandemi covid 19 1
  • peluang usaha 2
  • Plogging 1
  • Prestasi 1
  • pro-lingkungan 1
  • Psikologi Lingkungan 29
  • Rizky Maulana Putra 5
  • Sampah 1
  • sampah rumah tangga 1
  • Sekolah Alam 1
  • street feeding 1
  • Theresia Windiya Pratama_2019011002 4
  • Theresia Windiya Pratama-2019011002 3
  • Tisa Eritantia 2019011173 7
  • UTS_Indrajat Syahru 1
  • Wahyuni Rahmawatul Hasanah 2018011079 3
  • Yuli Priansah 6
  • yusuf priyana 2019011119 1
  • Zukhruf Kalyana M 7

Arsip Blog

  • Desember 2022 (50)
  • November 2022 (5)
  • Oktober 2022 (72)
  • Juni 2022 (142)
  • Mei 2022 (25)
  • April 2022 (90)
  • Maret 2022 (72)
  • Februari 2022 (60)
  • Juni 2021 (71)
  • Mei 2021 (4)
  • April 2021 (87)
  • Maret 2021 (11)
  • Februari 2021 (1)

Ad Code

Responsive Advertisement

Popular Posts

  • KEPIMPINAN NICCOLO MACHIAVELLI
  • MACHIAVELLI
  • PENYEBAB DAN SOLUSI KETIDAKPATUHAN MASYARAKAT DI MASA PANDEMI
  • Pemanfaatan Air Cucian Beras Sebagai Pupuk Organik Cair

Total Tayangan Halaman

Translate

Ad Space

Responsive Advertisement

Cari Blog Ini

Langganan

Postingan
Atom
Postingan
Semua Komentar
Atom
Semua Komentar

Advertisement

Designed by OddThemes | Distributed By Gooyaabi Template